Guguran Lava di Semeru, Pendakian Tetap Ditutup

Kompas.com - 13/02/2016, 18:23 WIB
Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas merambat menyeberangi aliran lahar di lereng Gunung Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari keberadaan arca kembar (Arcopodo), Kamis (17/11/2011). Tim berhasil menemukan Arcopodo, yang telah dikabarkan hilang. Letak Arcopodo bukan di Pos Arcopodo di jalur pendakian. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATTim Ekspedisi Cincin Api Kompas merambat menyeberangi aliran lahar di lereng Gunung Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari keberadaan arca kembar (Arcopodo), Kamis (17/11/2011). Tim berhasil menemukan Arcopodo, yang telah dikabarkan hilang. Letak Arcopodo bukan di Pos Arcopodo di jalur pendakian. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memastikan pendakian Gunung Semeru tetap ditutup pasca guguran lava pada Jumat (12/2/2016) pagi pukul 06.30 WIB.

"Terkait guguran awan panas, status pendakian memang sedang ditutup sejak 4 Januari 2016. Kondisi jalur pendakian steril dari pendaki," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari saat dikonfirmasi KompasTravel melalui telepon dari Jakarta, Sabtu (13/2/2016) pagi.

Ayu mengatakan guguran awan panas tersebut mengarah ke arah selatan dari Gunung Semeru yakni Sungai Besuk Sat dan Sungai Kembar di Lumajang.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan Ayu, guguran awan panas tersebut sudah selesai. "Pendakian saat ini masih ditutup. Nanti kira-kira akhir Maret atau April akan dibuka," katanya.

Ayu juga mengimbau para pendaki tidak nekat datang ke Gunung Semeru saat waktu penutupan.

Menurut Ayu, pendaki juga diimbau tidak mendaki ke puncak Mahameru karena mengingat Gunung Semeru masih tergolong aktif. "Kita lakukan penutupan karena alasan keamanan, kenyamanan untuk pendaki dan konservasi gunung," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho via akun media sosial @Sutopo_Nugroho, melaporkan guguran lava sepanjang 1 kilometer Gunung Semeru terjadi pada Jumat (12/2/2016) pukul 06.30 WIB. Status Gunung Semeru yakni tetap waspada dan kondisi terpantau aman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X