Kompas.com - 02/04/2016, 20:35 WIB
EditorI Made Asdhiana

CIREBON, KOMPAS - Sektor pariwisata Cirebon, Jawa Barat, kaya peninggalan sejarah dan budaya, tetapi tertinggal dibandingkan daerah yang memiliki potensi sejenis, seperti Yogyakarta, Solo, dan Bali.

Hal itu terutama karena kurangnya promosi memperkenalkan potensi wisata Cirebon.

”Kami ketinggalan 40 tahun dibanding Yogyakarta dan Bali. Sadar wisata belum tumbuh merata pada masyarakat Cirebon,” ujar Sultan XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat pada pembukaan Festival Pesona Cirebon 2016 di Taman Goa Sunyaragi, Cirebon, Kamis (31/3/2016) malam.

Festival ini mempertunjukkan kearifan bahari, seni budaya, religiositas, dan kuliner.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, karena kurang promosi, potensi wisata Cirebon tidak terjual terutama kepada wisatawan mancanegara. Pemasaran dan pengembangan destinasi yang kurang itu melemahkan industri wisata. (IKI/DMU)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.