Kompas.com - 18/04/2016, 09:20 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Memilih berwisata ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan keputusan yang tepat karena saat ini daerah tersebut sudah saat terkenal luas hingga mancanegara karena memiliki sejumlah obyek wisata yang indah.

Selain punya Taman Nasional Komodo yang termasuk dalam World Heritage UNESCO dan memiliki habitat lebih dari 2.000 komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, Loh Liang di Pulau Komodo dan berenang atau snorkeling di Pink Beach, di tempat yang berada paling ujung Barat Pulau Flores itu juga menawarkan sejumlah tempat makan yang sayang kalau tidak disinggahi.

Salah satunya adalah Restoran Atlantis Beachclub Plataran. Keunikan dari restoran ini yakni bangunannya adalah sebuah kapal kayu bekas yang sempat karam di laut lepas yang kemudian ditarik darat.

Saat menikmati makanan di restoran Atlantis, pengunjung akan merasakan sensasi seperti sedang menikmati makan di atas kapal Atlantis yang sedang mengarungi samudera.

Dengan harga makanan yang terjangkau, membuat tempat yang terletak di Jalan Pantai Pede, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat ini, menjadi favorit bagi turis mancanegara, maupun domestik, bahkan warga lokal setempat.

General Manager Plataran Komodo area NTT, Yasintha Maria Jong Joko yang didampingi staf Plataran, Tumanda Tampubolon kepada KompasTravel, Sabtu (17/4/2016) mengatakan, restoran ini banyak dikunjungi wisatawan asing hingga warga lokal.

Alasannya, fasilitas yang ditawarkan serta letaknya yang berada di dekat pantai. Lokasi ini pengunjung betah duduk berlama-lama disitu.

“Jadi bagi pengunjung yang datang makan di Restoran Atlantis Beachclub Plataran gratis mandi di kolam renang yang letaknya bersebelahan dengan restoran. Biasanya banyak warga lokal yang datang untuk makan dan menikmati kolam renang. Sedangkan turis asing biasanya hanya makan dan bersantai sambil menikmati view laut dan Kota Labuan Bajo dari kejauhan,” kata Maria.

Menurut Maria, bangunan restoran ini adalah kapal kayu yang karam di tengah laut, kemudian ditarik ke darat pada tahu 2010 dan akhirya dijadikan restoran makan dengan nama Atlantis.

Untuk penambahan konstruksi bangunan restoran, lanjut Maria, hanya pembuatan dapur di bagian bawah kapal ini.

Kapasitas pengunjung di dalam restoran khususnya di dalam dek kapal, maksimum 70 pengunjung. Sedangkan di luar antara 250 sampai 300 pengunjung dengan makanan cita rasa Indonesia.

“Ketika orang makan di sini, bisa juga menikmati fasilitas kolam renang dengan gratis harga menu makanan yang ditawarkan juga terjangkau, dengan rasa bintang lima dan harga kaki lima. Semua juru masaknya dari Shangri-La,” jelas Maria.

Restoran tersebut buka mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Pengunjung juga bisa menikmati wifi gratis, menikmati suasana pantai sambil bermain voli di pinggir pantai Gorontalo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.