Kompas.com - 29/04/2016, 13:40 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

SAMOSIR, KOMPAS.com - Salah satu destinasi wisata yang dijual Kabupaten Samosir kepada wisatawan adalah Pantai Pasir Putih Parbaba di Desa Huta Bolon, Kecamatan Pangururan, Sumatera Utara.

Saat mencoba menginjakkan kaki ke lokasi yang berjarak tak sampai setengah jam perjalanan dari Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir, Selasa (26/4/2016) sore, tampak bentangan pantai dengan pasir yang tak lagi putih.

Sejauh mata memandang, bukit menjulang yang berdiri kukuh seakan menindih Danau Toba yang tenang. Desiran air danau yang berlari ke garis pantai, membentur tumpukan pasir menyambut rasa penasaran dengan lokasi wisata yang sering disebut-sebut orang jika berkunjung ke Samosir.

Pengunjung di hari biasa tak ramai. Hanya ada beberapa sepertinya turis lokal sedang menceburkan diri di tepian pantai sambil sesekali berfoto. Beberapa pemuda sedang duduk di atas tikar sambil memetik gitar, bernyanyi mengimbangi suara air danau yang pecah tak jauh dari tempat mereka duduk.

Sejumlah wahana atau transportasi danau seperti jet ski mengapung di sepanjang garis pantai. Tak ada pengunjung yang berselancar di atas danau. "Di sini ramai kalau hari Sabtu dan Minggu, atau paling ramai jika saat hari libur," ujar Ama Melda Sihaloho (62), pemilik kios yang menjual ragam askesoris, makanan dan juga menyewakan wahana permainan air.

Pengunjung yang datang ke Pantai Pasir Putih Parbaba, lumayan banyak datang dari luar Samosir, seperti Kabanjahe, Medan, Siantar dan kota lainnya di Sumatera Utara.

Menurut Ama Melda, lokasi wisata ini menawarkan aneka wahana permainan danau seperti, banana boat yang memuat delapan orang, jet ski, sepeda air, perahu dayung dan ban. Tarifnya sendiri bervariasi dengan durasi tertentu.

Seperti banana boat dan jet ski disewa seharga Rp 200.000 untuk pemakaian setengah jam. Sepeda air disewakan seharga Rp 50.000 untuk durasi pemakaian satu jam dan pemakaian ban seharga Rp 10.000 tanpa dibatasi waktu.

Tak cuma menyewakan wahana permainan, para pemilik usaha di sini juga menyewakan tikar untuk bisa duduk di atas pasir sambil menikmati suasana bersama siapa saja, dengan harga Rp 10.000 tanpa batas waktu. Cuma itu.

Lalu nikmatilah desiran angin dan air danau bertalu-talu dengan lembut. Melepaskan pandangan dan menyerahkan jiwa ke atas air danau.

Sampah

Tapi, semua itu terasa mengganggu manakala mata tertumbuk pada serakan sampah plastik berupa botol bekas air mineral dan plastik pembungkus teronggok di bibir pantai. Air danau yang datang menumbuk pasir di tepian juga tampak kecokelatan, tak bening. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.