Pemandian Air Panas Gunung Pancar, Hangat dan Menyembuhkan

Kompas.com - 30/04/2016, 17:04 WIB
Pengunjung berendam di kolam umum pemandian air panas Gunung Pancar, Bogor, Rabu (13/4/2016). Untuk masuk ke obyek wisata alam ini, pengunjung membayar biaya masuk Rp 5.000 per orang.
KOMPAS/DIAN DEWI PURNAMASARIPengunjung berendam di kolam umum pemandian air panas Gunung Pancar, Bogor, Rabu (13/4/2016). Untuk masuk ke obyek wisata alam ini, pengunjung membayar biaya masuk Rp 5.000 per orang.
EditorI Made Asdhiana

”Sudah sepuluh tahun lebih saya rutin berendam ke sini seminggu sekali dan memang terasa lebih enak di badan. Kaki yang sakit tidak lagi begitu terasa sakit. Lalu saya sempat berhenti beberapa bulan, eh mulai sakit lagi. Ini baru mulai jalan rutin lagi,” tuturnya.

Dalam tulisan yang dipajang di bagian depan kamar mandi, spa garam belerang akan menyembuhkan dan mencegah penyakit serta menjaga kesehatan. Belerang berfungsi sebagai anti alergi, penawar racun, membunuh kuman, menghilangkan gatal-gatal dan rasa sakit.

Air ini juga mengandung mineral seperti Na (natrium), Ca (kalsium) dan Mg (magnesium) yang dipercaya memperlancar peredaran darah, menyembuhkan penyakit gula, saraf, dan radang sendi.

Sama seperti di Gunung Pancar, pengunjung Tirta Sanita membeludak hingga antre di akhir pekan. Opik (35), salah seorang petugas, mengatakan, di akhir pekan jumlah pengguna kamar mandi air panas bisa mencapai 200 orang.

”Banyak pelanggan yang memang rutin, saya sampai hafal beberapa orang, termasuk orang-orang asing. Ada orang Korea yang kalau berendam lama sekali bisa berjam-jam dan tidak bisa diganggu. Namun, dia sangat ramah walau kami tidak mengerti bahasanya, ha-ha-ha,” cerita Opik.

Ia juga menyarankan agar para pengunjung yang berendam sebaiknya tidak membilas dengan air tawar sekalipun disediakan di dalam kamar mandi. Tujuannya, agar mineral-mineral dalam air meresap ke dalam tubuh dan makin berkhasiat.

Setelah berendam, badan memang lebih ringan, tetapi tubuh berkeringat. Jika menginginkan minuman segar, ada warung-warung sederhana di dalam kawasan itu. Mereka menjual aneka minuman, termasuk kelapa muda segar.

Tempat wisata ini juga menyediakan penginapan bertarif Rp 150.000-Rp 200.000 per malam. Ada pula terapi ikan, terapi bekam, terapi lintah, kolam untuk permainan air, juga paket-paket aktivitas luar ruangan (outbond) untuk dewasa ataupun anak-anak. (DIAN DEWI PURNAMASARI dan AMANDA PUTRI N)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 April 2016, di halaman 28 dengan judul "Yang Hangat, yang Menyembuhkan".

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X