Kompas.com - 25/06/2016, 14:19 WIB
Murid TK Nirwana di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara, menyambut kedatangan para wisatawan dengan lagu selamat datang, Rabu (24/2/2016). KOMPAS.COM/DEFRIATNO NEKEMurid TK Nirwana di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara, menyambut kedatangan para wisatawan dengan lagu selamat datang, Rabu (24/2/2016).
EditorI Made Asdhiana

NUSA DUA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata menilai pameran bisnis pariwisata efektif untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan langsung mempertemukan pelaku bisnis.

"Pameran pariwisata ini sangat produktif dalam memasarkan produk penjual dan pembeli bertemu langsung ini cara yang sangat efektif," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (24/6/2016).

Dia menilai beragam cara bisa dilakukan untuk promosi, namun pameran pariwisata nilai lebih efektif dibandingkan "sales mission" atau industri pariwisata berpromosi ke luar negeri, "hard selling" melalui kerja sama biro perjalanan wisata dan maskapai membawa wisatawan, promosi dalam jaringan serta pembelian melalui jaringan atau "online".

Menurut dia, pameran pariwisata seperti "Bali and Beyond Travel Fair" (BBTF) merupakan ajang yang mempertemukan pelaku bisnis pariwisata sesuai dengan pasar yang dibutuhkan kedua belah pihak.

"Apalagi sekarang menggunakan sistem 'preschedulled appointment' sebelum mereka ke acara mereka sudah ada janjiannya," ucapnya.

Untuk itu Pitana mendorong daerah lain di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam ajang bisnis pariwisata tahunan itu untuk menjual dan mempromosikan potensi serta destinasi pariwisata daerah.

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA Wisatawan asing yang mendatangi Pantai Kilo Lima untuk melihat gerhana matahari total di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).
"Setiap tahun kami selalu mengundang pemerintah di luar Bali untuk ikut promosi di sini (BBTF)," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Panitia BBTF I Ketut Ardana mengatakan bahwa pihaknya menargetkan transaksi bisnis yang bisa tercapai dalam ajang tersebut mencapai sekitar 520 juta dollar AS atau setara Rp 6,8 triliun.

Angka itu melonjak sekitar 30 persen jika dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai 400 juta dollar AS.

BBTF 2016 diikuti 222 pembeli yang merupakan pelaku pariwisata (80 persen di antaranya merupakan pembeli internasional) dan 154 penjual yang merupakan perwakilan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata dalam negeri.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X