Kompas.com - 03/08/2016, 23:12 WIB
EditorI Made Asdhiana

Rumah-rumah panggung beratap melengkung mirip perahu— beberapa berukir warna merah-hitam indah dan berdiri gagah—masih banyak ditemukan di tepi danau. Penghuninya ramah penuh kehangatan.

Keluarga Tahiran br Purba (81) di Desa Sabulan, Samosir, misalnya, segera menanak nasi merah untuk menyuguhi tamunya. Arsik ikan mas berbumbu rempah ditambah petai hasil kebun dan air jahe hangat menemani.

Suhu udara di malam hari yang mencapai 10 derajat celsius kalah oleh hidangan sederhana-lezat dan kehangatan keluarga yang mengobrol ramah di samping perapian di ruang tengah.

Pariwisata Danau Toba mencapai puncaknya pada 1996 dengan jumlah kunjungan wisata 249.656 orang. Kejayaan itu meredup diterpa krisis global, alasan keamanan, hingga buruknya pengelolaan pariwisata. Kawasan Tuktuk, misalnya, pada 1995 hidup selama 24 jam dan dipenuhi wisatawan asing. Kini pukul 21.00 kawasan itu bak kota mati. Aliran listrik pun sering padam.

Rencana pemerintah membangun pariwisata Toba disambut gembira oleh warga, tetapi juga kekhawatiran. Hilangnya hak atas tanah adat, narkoba, prostitusi, perjudian, dan rusaknya lingkungan Toba menghantui. Mereka meminta Toba bukan untuk dieksploitasi, tetapi dijaga karena di sana mahakarya bumi berdiri. (Aufrida Wismi W/Nobertus Arya Dwiangga M)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Agustus 2016, di halaman 22 dengan judul "Penziarahan Bumi Manusia".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.