Batu Hijau Menanti Peserta Jelajah Sepeda Flores-Timor di Ende

Kompas.com - 15/08/2016, 15:27 WIB
Peserta Jelajah Sepeda Flores-Timor yang diadakan harian 'Kompas' dilepas oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPeserta Jelajah Sepeda Flores-Timor yang diadakan harian 'Kompas' dilepas oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer.
|
EditorI Made Asdhiana

BAJAWA, KOMPAS.com - Sebanyak 76 peserta Jelajah Sepeda Flores-Timor yang diselenggarakan Harian Kompas memulai perjalanannya pada etape ketiga, Senin (15/8/2016) dengan menempuh jarak sejauh 145 km dari Kampung Bena ke Ende. Ini merupakan etape terjauh dari acara Jelajah Sepeda Flores-Timor.

Meski rute didominasi jalanan menurun, untuk keluar dari Kampung Bena, Jerebuu, Kabupaten Ngada, peserta harus menaklukkan tanjakan terjal sejauh 7 km. Namun, kerja keras mereka akan terbayar begitu memasuki Ende. Hamparan batu hijau di pinggiran pantai akan menyambut mereka.

Tentunya itu akan menjadi suntikan energi bagi mereka. Setelah letih bersepeda, panorama alam di Pulau Flores menjadi obat pelepas lelah. Road Captain Jelajah Sepeda Flores-Timor Marta Mufreni mengatakan selepas Bajawa, peserta harus berkonsentrasi penuh sebab jalanan terus menurun hingga Ende yang notabene kota pesisir.

"Bersepeda sembari menikmati keindahan alam Pulau Flores tidak masalah, tetapi harus diimbangi dengan konsentrasi di jalan untuk keselematan peserta," kata Marta sebelum memulai perjalanan etape ketiga.

Jelajah Sepeda Flores-Timor yang digelar Harian Kompas, 13-23 Agustus 2016 dimulai dari Labuan Bajo di ujung barat Flores, dan berakhir di Motaain, Kabupaten Belu (Timor), perbatasan RI-Timor Leste.

Perjalanan bersepeda jarak jauh ini merupakan bagian dari komitmen Kompas untuk mempromosikan Flores dan Timor, serta Nusa Tenggara Timur pada umumnya guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi. Liputan itu tidak semata-mata memuat tentang perjalanan bersepeda, tetapi juga potensi, terutama ekonomi dan sosial budaya serta problematikanya yang ada di Flores dan Timor.

Liputan serupa juga akan dilakukan KompasTV, majalah National Geographic, Kompas.com, radio Sonora, dan harian Pos Kupang, serta sejumlah media lain di bawah payung Kompas Gramedia.

Jelajah sepeda dilakukan harian Kompas sejak tahun 2008. Saat itu menempuh rute Anyer-Panaroekan. Setelah itu Surabaya-Jakarta (2010), Jakarta-Palembang (2011), Bali-Komodo (2012), Sabang-Padang (2013), Manado-Makassar (2014), Banjarmasin-Balikpapan (Mei 2015), dan Jelajah Sepeda Papua (Juni 2015).

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Whats Hot
 4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

Makan Makan
Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Jalan Jalan
Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Makan Makan
Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Makan Makan
Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Jalan Jalan
Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Makan Makan
Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Whats Hot
Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Whats Hot
Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Makan Makan
Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Jalan Jalan
Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

Whats Hot
 Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Diskon
Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X