Kompas.com - 06/09/2016, 22:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

BELITUNG, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kecepatan dan keseriusan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Grup Dharmawangsa yang terdiri dari lima perusahaan di bawah bendera Konsorsium Belitung Maritime Silk Road itu langsung action setelah PP no 6/2016 diteken Presiden Joko Widodo, 18 Maret 2016. Jumat (2/9/2016) sore sudah langsung ground breaking.

“Terima kasih konsorsium bergerak sangat cepat. Ini menjadi KEK Pariwisata pertama di era Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. KEK dengan pengurusan izin tercepat sepanjang sejarah. Lalu, tercepat pula ground breaking, hanya membutuhkan waktu 6 bulan dari sejak ditetapkan secara resmi sebagai KEK. Ini bisa menjadi contoh bagi kawasan lain yang sedang mengurus KEK Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers Kemenpar kepada KompasTravel, Senin (5/9/2016).

Prinsipnya 3S, Solid, Speed dan Smart diharapkan bisa diikuti oleh daerah lain yang tengah merancang KEK. Tiga KEK Pariwisata yang lain, Tanjung Lesung Banten, Mandalika Lombok dan Morotai Maltara sudah berusia lebih dari 20 tahun, baru saat ini juga mulai bergerak cepat.

Lima perusahaan yang berada di bawah konsorsium ini adalah PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Bumi Belitung Indah. PT Nusa Kukila, PT Tanjung Kasuarina, dan PT Sentra Gita Nusantara. Mereka sudah peletakan batu pertama di Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Peletakan batu pertama pembangunan hotel di KEK Tanjung Kelayang tahap pertama oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Babel, dan Konsorsium Belitung Maritime di Tanjung Kelayang, Babel, Jumat (2/9/2016).
“Saya berharap konsorsium ini terus melakukan percepatan pembangunan Tahap I dan segera melanjutkan ke tahap berikutnya,” kata Arief Yahya, agar gairah pariwisata di Negeri Laskar Pelangi ini semakin berkembang pesat.

Tahap I pembangunan setelah ground breaking adalah membangun The Kapitein House, dengan 98 kamar hotel, 30 vila dengan target beroperasi 17 Agustus 2018. The Kapitien sendiri akan bertema “Indonesia Heritage at Dutch Era” seluas 7,4 hektare.

Kelak Tahap II dibangun dengan konsep “Kota Agung yang Sirna, dengan desain "Majapahit Heritage" seluas 25,38 hektare. "Saya percaya, Dharmawangsa punya expert di heritage dan punya taste yang tinggi,” kata Arief Yahya.

Total KEK Tanjung Kelayang ini adalah 324,4 hektare. Tugas pemerintah adalah membangun akses yang juga akan dikebut seiring sejalan dengan kecepatan dengan konsorsium ini bergerak.

Karena itulah Menhub Budi Karya Sumadi menjanjikan sebelum liburan akhir tahun 2016 ini, status bandara H.A.S. Hanandjoeddin akan dinaikkan menjadi bandara internasonal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.