Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karangrejo Jadi Desa Percontohan "Revolusi Mental Pariwisata" di Borobudur

Kompas.com - 10/11/2016, 21:05 WIB
Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Penulis

MAGELANG, KOMPAS.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo mendorong revolusi mental pelaku pariwisata dan masyarakat sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Revolusi mental yang dimaksud terkait komitmen dalam menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan lingkungan.

"Revolusi mental menyangkut kebersihan itu supaya wisatawan menjadi lebih nyaman dan lama tinggal di Borobudur. Bisa melalui gerakan kebersihan mengelola bank sampah dan lainnya," ujar Atiqoh, Rabu (9/11/2016).

Istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu menuturkan revolusi mental adalah pembentukan karakter yang dimulai dari keluarga, masyarakat dan negara. Hal tersebut ini tidak bisa tercapai kalau hanya diserahkan pada pemerintah saja, sehingga harus melibatkan masyarakat.

“Lebih khusus generasi muda (pelajar). Sehingga ke depan, kebersihan akan menjadi budaya. Dan menggerakkan revolusi mental itu, butuh kontinuitas, contoh tindakan dan sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai percontohan, Atiqoh memilih Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang sebagai desa gerakan revolusi mental pariwisata di Jawa Tengah. Di desa tersebut sudah digerakkan bank sampah yang terus berkembang.

KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Wisatawan sedang memotret matahari terbit di bukit atau Punthuk Setumbu, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Di sisi lain, Desa Karangrejo juga memili potensi wisata yang tidak kalah menarik dan sudah populer, seperti wisata sunrise Punthuk Setumbu, Bukit Parede, Bukit Rhema dan Gereja Ayam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Edy Susanto menyebutkan dari 33 desa wisata di Kabupaten Magelang, 12 desa di antaranya ada di Kecamatan Borobudur. Dengan program tersebut diharapkan wisatawan datang melihat Borobudur dengan cara yang berbeda dengan mengembangkan keberadaan desa wisata.

Edy memaparkan sejauh ini tingkat kunjungan wisata di Desa Karangrejo mengalami peningkatan. Pada 2015 jumlah kunjungan di Punthuk Setumbu untuk wisatawan asing ada 9.400 orang, turis domestik 12.710 orang.

Kemudian tahun 2016 hingga bulan September jumlah wisatawan asing mencapai 19.520 orang dan wisatawan domestik sebanyak 50.130 orang. Untuk data jumlah pengunjung di Bukit Barede hingga bulan Oktober 2016 jumlah wisatawan sebanyak 5.754 orang.

Sedangkan pengunjung di Bukit Rhema hingga bulan Juni 2016 untuk turis asing 209 dan turis domestik ada 41.266 orang.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Hasil-hasil kerajinan gerabah di Kampung Klipoh, Desa Karang Anyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016).
Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo memaparkan Desa Karangrejo dipilih sebagai desa percontohan karena berada di sekitar Candi Borobudur yang termasuk destinasi wisata nasional.

“Satu hal yang pasti, karena terjadinya lonjakan jumlah kunjungan wisata baik wisman maupun lokal di desa itu sangat signifikan," katanya.

Bahkan di Jawa Tengah, lanjut Prasetyo, kunjungan wisman juga naik. Dari target 425.000 orang sudah tercapai 435.000 orang.

Dia berharap sampai akhir tahun 2016 bisa mencapai 500.000 orang. "Sedangkan untuk wisatawan lokal hingga Oktober 2016 sudah mencapai 27 juta dari target 23 juta orang,” tambah Prasetyo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga Mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga Mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahim Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahim Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

Travel Tips
Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Travel Update
10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

Travel Tips
Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Travel Update
Lebaran 2024, Kereta Cepat Whoosh Angkut Lebih dari 200.000 Penumpang

Lebaran 2024, Kereta Cepat Whoosh Angkut Lebih dari 200.000 Penumpang

Travel Update
Milan di Italia Larang Masyarakat Pesan Makanan Malam Hari

Milan di Italia Larang Masyarakat Pesan Makanan Malam Hari

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com