Kompas.com - 29/01/2017, 18:10 WIB
Peuyeum  ditawarkan dengan cara digantung di toko pusat jajanan dekat Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/7/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPeuyeum ditawarkan dengan cara digantung di toko pusat jajanan dekat Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/7/2013).
EditorNi Luh Made Pertiwi F

UMUMNYA orang melihat tape singkong dan peuyeum tidak ada bedanya. Padahal, sesungguhnya ada sedikit perbedaan antara keduanya.

Seperti dikutip dari SajianSedap.com, tape singkong biasanya tidak tahan lama karena cepat sekali berair. Peuyeum lebih tahan lama karena kurang berair. Ditinjau dari segi rasa manis, tentu saja tape lebih manis dibandingkan peuyeum.

Persamaan kedua camilan fermentasi tersebut tentu adalah bahan dasarnya, yaitu ubi kayu atau singkong. Singkong yang biasa diolah menjadi tape adalah singkong manis yang berwarna putih atau kuning.

Beberapa orang beranggapan bahwa tape singkong kuning lebih enak daripada singkong putih, karena singkong kuning dagingnya lebih halus tanpa ada serat-serat yang kasar.

Sementara itu, salah satu faktor pembeda dari peuyeum dan tape singkong adalah cara pembuatannya. Cara pembuatan tape ubi kayu yaitu pertama-tama ubi kayu tanpa kulit yang sudah bersih dikukus hingga matang (sekitar 30 menit), didinginkan, dan ditaburi bubuk ragi.

Banyaknya, satu gram setiap kilogram bahan. Fermentasi biasanya dilakukan di dalam keranjang bambu yang diberi alas daun pisang dan dilakukan pada suhu ruang selama 2-3 hari.

Lama pengukusan singkong dan lama fermentasi sangat dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat setempat. Di Jawa Tengah, tekstur tape yang sangat disukai adalah tape yang agak lembek. Di Jawa Barat lebih disukai tape yang kering dan agak keras.
 
Dalam pembuatan peuyeum, biasanya singkong dibiarkan utuh, hanya dipotong di bagian pangkal dan ujungnya, kemudian dikupas. Setelah dicuci dan direndam sebentar, singkong utuh tersebut direbus di air mendidih hingga setengah masak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setengah masak artinya sudah enak dimakan, tetapi belum lunak betul dan belum pecah-pecah. Dalam proses peragian, ragi dilumurkan di seluruh permukaan singkong dengan ukuran dua kali lebih banyak dibandingkan ragi untuk pembuatan tape.

Pada akhirnya, cara pembuatan yang unik itulah yang menentukan bedanya sifat antara peuyeum dan tape singkong. Bahkan, peuyeum juga bersifat lebih keras dan lebih awet dibandingkan tape singkong biasa sehingga dapat diikat dan digantung.

Itulah sebabnya peuyeum sering juga disebut sebagai tape gantung. Tidak hanya dicemili langsung, keduanya bisa diolah jadi makanan yang lebih enak lagi. (SajianSedap.com/MA/DV)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X