Jangan Lewatkan, Ini Jadwal Detik-detik Tanpa Bayangan di Tugu Khatulistiwa Pontianak

Kompas.com - 20/03/2017, 18:04 WIB
Rangkaian kegiatan pesona Kulminasi Matahari yang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Dok. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota PontianakRangkaian kegiatan pesona Kulminasi Matahari yang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pesona Kulminasi Matahari merupakan agenda Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak yang rutin diselenggarakan pada Maret dan September setiap tahunnya.

Pada bulan-bulan tersebut, matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Inilah momen wisatawan bisa menikmati detik-detik tanpa bayangan.

Detik-detik tanpa bayangan ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Kepala Bidang Pariwisata Kota Pontianak (Kalimantan Barat), Zulkifli, menjelaskan bahwa kegiatan pada Maret ini diselenggarakan dengan sederhana tanpa ada rangkaian seremonial. Berbeda dengan agenda bulan September.

BACA: Promosikan Pariwisata, Kota Pontianak Luncurkan City Branding

Zulkifli memaparkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, pada 21 Maret 2017 fenomena itu akan terjadi pukul 11.50 WIB, kemudian pada 22 Maret 2017 terjadi pukul 11.50 WIB dan 23 Maret 2017 pada pukul 11.49 WIB.

Arimbi Ramadhiani Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat.

Adapun tema Pesona Kulminasi Bulan Maret 2017 adalah "Pontianak Kota Khatulistiwa Menuju Masyarakat Kreatif dan Berdaya Saing.

"Tema dengan penekanan pada masyarakat kreatif bertujuan agar pelaku ekonomi kreatif akan lebih mendapat tempat dalam pembangunan Kota Pontianak, lebih dlhargai dan mampu bersaing dengan daerah Iainnya," ujar Zulkifli kepada KompasTravel, Senin (20/3/2017).

BACA: Menikmati Sotong Pangkong, Kuliner Khas Ramadhan di Pontianak

Meski diselenggarakan tanpa seremonial, lanjutnya, kegiatan tetap diisi dengan penampilan berbagai komunitas dan kuliner khas Pontianak. Antara lain tarian daerah Melayu dan Dayak, tarian Tionghoa, lagu daerah, musik daerah, tarian kontemporer, pantun, syair, tundang, lomba selfie, dan stand kuliner.

"Pelaksanaan Pesona Kulminasi Matahari juga sekaligus untuk mempromosikan dan memperkenalkan ikon Kota Pontianak, yaitu Tugu Khatulistiwa," ungkap Zulkifli.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mensosialisasikan branding pariwisata Pontianak dengan tagline "Pontianak Kota Khatulistiwa". Salah satu hal yang membedakan kegiatan pada bulan Maret ini adalah keterlibatan para komunitas Sub Sektor Ekonomi Kreatif di Kota Pontianak, seperti komunitas pengamen jalanan, sulap, sanggar seni dan civitas akademika.

"Kami juga berharap kulminasi matahari pada bulan Maret 2017 ini merupakan awal kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Pontianak," pungkas Zulkifli.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X