Pasca Menyabet Penghargaan di UNWTO, Ini PR Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 16/09/2017, 14:21 WIB
Jejak yang ditinggalkan saat surut air laut pada pasir pantai di Pantai Patuno, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (20/6/2016). KOMPAS/HERU SRI KUMOROJejak yang ditinggalkan saat surut air laut pada pasir pantai di Pantai Patuno, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (20/6/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Akademisi dan pengamat bisnis, Rhenald Kasali menyebut beberapa langkah strategis masih harus dilakukan Kementerian Pariwisata pasca-memenangkan video pariwisata tingkat United Nations World Tourism Organization ( UNWTO) 2017.

Hal itu untuk memperkuat pariwisata Indonesia baik dari segi infrastruktur hingga investasi.

"(Pemerintah mesti) Memperbaiki produk-produk wisata dan memperkuat infrastruktur. Iklan dan promosi harus terus digencarkan agar momentum ini (kemenangam video pariwisata) semakin kuat," ujar Rhenald dalam pesan singkat kepada KompasTravel, Jumat (15/9/2017).

(BACA: Bangga! Indonesia Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTO)

Secara aspek 3C (confident, credibility, calibration), lanjut Rhenald, posisi Indonesia seharusnya sudah kuat karena kemenangan video pariwisata. Namun, capaian tersebut harus diikuti oleh syarat-syarat tertentu.

"Syaratnya, pembangunan pariwisata Indonesia harus berlangsung konsisten dari tahun ke tahun dan tak terputus. Kedua, adaptif didasarkan big data tentang pemahaman customer dan stakeholders melalui beragam aplikasi," katanya.

(BACA: Inilah Daftar Pemenang Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTO)

Menurutnya, birokrasi di pemerintah Indonesia harus terus diperbarui. Sehingga, dengan langkah itu bisa menjawab kebutuhan dunia pariwisata Indonesia di masa depan.

"Rekayasa sosial terus dijalankan agar pemerintah daerah bisa segera memanfaatkan opportunity ini dengan konsisten," kata Rhenald.

Tari penyambutan yang dibawakan oleh Suku Dayak Kenyah, Kalimantan Utara.KOMPAS.com/SUKOCO Tari penyambutan yang dibawakan oleh Suku Dayak Kenyah, Kalimantan Utara.
UNWTO telah mengumumkan pemenang-pemenang video pariwisata dalam ajang UNWTO Video Competition 2017. Indonesia adalah salah satu negara yang menyabet dua penghargaan video pariwisata di kategori wilayah Asia Timur dan Pasific serta "People Choice Award".

Pengumuman penghargaan dilakukan saat 22rd General Assembly UNWTO di Intercontinental Century City Convention Center Hotel, Chengdu, China.

Video pariwisata Indonesia yang maju dalam kompetisi UNWTO Video Competition 2017 berjudul “Wonderful Indonesia: The Journey to A Wonderful Indonesia”.

Video pariwisata Indonesia menampilkan berbagai keindahan destinasi pariwisata Indonesia seperti Yogyakarta, Bali, Jakarta, Lombok, Toraja, Raja Ampat serta Wakatobi, dengan latar belakang lagu berjudul What A Wonderful World by Louis Armstrong.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Bagaimana Indonesia?

Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Bagaimana Indonesia?

Whats Hot
Ada PSBB di Jakarta, 7 KA Jarak Jauh Kurangi Jam Operasional

Ada PSBB di Jakarta, 7 KA Jarak Jauh Kurangi Jam Operasional

Whats Hot
Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?

Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Rp 50.000 di Kos saat Karantina | Dalgona Matcha

[POPULER TRAVEL] Rp 50.000 di Kos saat Karantina | Dalgona Matcha

Whats Hot
Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan

Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan

Whats Hot
Hari Hachiko, Warga Diimbau Stop Kenakan Masker ke Patung Hachiko

Hari Hachiko, Warga Diimbau Stop Kenakan Masker ke Patung Hachiko

Jalan Jalan
Kabar Gembira di Tengah Pandemi Covid-19: Pegunungan Himalaya Terlihat dari India

Kabar Gembira di Tengah Pandemi Covid-19: Pegunungan Himalaya Terlihat dari India

Whats Hot
Cara Membuat Dalgona Milo Tanpa Pakai Emulsifier

Cara Membuat Dalgona Milo Tanpa Pakai Emulsifier

Makan Makan
Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Tidak Beroperasi Sampai 31 Mei 2020

Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Tidak Beroperasi Sampai 31 Mei 2020

Whats Hot
Hari Hachiko, Menyelisik Kisah Anjing Setia di Jepang

Hari Hachiko, Menyelisik Kisah Anjing Setia di Jepang

Jalan Jalan
Cara Buat Dalgona Matcha, Cocok untuk Kamu yang Tidak Minum Kopi

Cara Buat Dalgona Matcha, Cocok untuk Kamu yang Tidak Minum Kopi

Makan Makan
Cara Membuat Dalgona Coffee Jumbo 7 Liter, Ingin Coba?

Cara Membuat Dalgona Coffee Jumbo 7 Liter, Ingin Coba?

Makan Makan
Cara Membuat Gula Aren Cair untuk Kopi, Hanya Butuh 2 Bahan

Cara Membuat Gula Aren Cair untuk Kopi, Hanya Butuh 2 Bahan

Makan Makan
Rp 50.000 untuk Satu Minggu di Kos Saat Karantina, Bisa Masak Apa Saja?

Rp 50.000 untuk Satu Minggu di Kos Saat Karantina, Bisa Masak Apa Saja?

Makan Makan
Alasan Orang China Sering Pakai Masker, Bagian dari Pengobatan Tradisional?

Alasan Orang China Sering Pakai Masker, Bagian dari Pengobatan Tradisional?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X