Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/10/2017, 20:04 WIB
|
EditorSri Anindiati Nursastri

KOMPAS.com - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Azam Fathoni menginginkan kuliner khas Kebumen yakni nasi penggel bisa tersaji di seluruh Indonesia seperti nasi padang.

"Saya mimpi nasi penggel ini bisa seperti nasi padang, tersaji di seluruh Indonesia. Ini masih mimpi saya tapi akan saya wujudkan pelan-pelan karena (perlu) perjuangannya luar biasa," kata Azam kepada KompasTravel di Kebumen beberapa waktu lalu.

Azam mengatakan cita rasa nasi penggel akan disesuaikan dari resep aslinya. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan preferensi masing-masing penikmat nasi penggel di berbagai daerah di Indonesia.

"Yang jelas, untuk urusan bumbu harus diterima oleh lidah nasional. jadi mungkin harus inovatif dan inovasi lauknya ini, sayur lodehnya harus dipedaskan sedikit. Biar lidah-lidah orang Manado, Padang, ini bisa cocok," tambahnya.

Baca juga : Ini Bedanya Nasi Kapau dengan Nasi Padang...

Nama penggel berasal dari nasi yang telah dibulat-bulatkan oleh penjual nasi penggel di dalam bakul. Nasi dibentuk seukuran bola pingpong lalu diletakkan di pincuk daun pisang.

Nasi yang diambil lalu akan dituangkan sayur dan lauk. Sayur ini merupakan lodeh santan berbumbu gurih pedas yang dicampur ‘gori’ atau nangka muda, daun singkong, tempe, tahu dan melinjo.

"Kalau nasi penggel sudah seperti nasi padang, Kebumen akan terkenal sekali. Mungkin  warung nasi penggel Kebumen ada di Jakarta, ada di Sulawesi," tambah Azam.

Nasi penggel sendiri bisa ditemukan di Dusun Lengkongan, Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Penjual nasi penggel berkumpul tepatnya di pinggir Jalan Raya Sokka setelah Jembatan Luk Ulo, sekitar dua kilometer dari Alun-Alun Kota Kebumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+