Kompas.com - 05/01/2018, 18:07 WIB
EditorWahyu Adityo Prodjo

KEBUMEN, KOMPAS.comGombong, sebuah kecamatan di Kabupaten Gombong, Jawa Tengah memiliki sebuah tempat wisata sejarah yang wajib untuk dikunjungi.

Terletak di jalur selatan Pulau Jawa yang ramai dengan kendaraan bus maupun truk, ada sebuah “lorong” waktu bisa membawa Anda menjelajah sejarah sang pendiri Martha Tilaar.

Ya, tempat wisata yang masih baru di Gombong itu bernama “Roemah Martha Tilaar”. Dari nama, tempat wisata yang menyimpan segala kenangan tentang Martha Tilaar bisa ditemui di tempat yang beralamat di Jalan Sempor Lama Nomor 28 ini adalah rumah masa kecil Martha.

Roemah Martha Tilaar merupakan bangunan lama bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah dipugar. Bangunan dengan tegel-tegel bermotif serta berkaca patri ini kini bertransformasi menjadi bangunan baru yang siap dikunjungi oleh wisatawan.

(Baca juga : Nasi Penggel Kebumen, Kapan Terkenal seperti Nasi Padang?)

Bagian teras Roemah Martha Tilaar di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Roemah Martha Tilaar merupakan bangunan lama bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah dipugar. Bangunan dengan tegel-tegel bermotif serta berkaca patri ini kini bertransformasi menjadi bangunan baru yang siap dikunjungi oleh wisatawan.Dok. Rumah Martha Tilaar Bagian teras Roemah Martha Tilaar di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Roemah Martha Tilaar merupakan bangunan lama bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah dipugar. Bangunan dengan tegel-tegel bermotif serta berkaca patri ini kini bertransformasi menjadi bangunan baru yang siap dikunjungi oleh wisatawan.
Direktur Roemah Martha Tilaar, Reza Aditya saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan memulai proses restorasi bangunan sejak tahun 2013. Proses restorasi fisik bangunan berawal dari keinginan Martha Tilaar untuk memberdayakan masyarakat setempat lewat sebuah tempat wisata.

“Sebenernya karena awalnya keinginan Bu Martha untuk balik ke kampungnya. Jadi kan sebenarnya Bu Martha dia lahir dan besar di  Gombong sampai umur 10 tahun. Dia beli rumah keluarga ini dengan maksudnya untuk balik ke kampungnya," kata Reza.

Salah satu kamar tidur di Roemah Martha Tilaar di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Roemah Martha Tilaar merupakan bangunan lama bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah dipugar. Bangunan dengan tegel-tegel bermotif serta berkaca patri ini kini bertransformasi menjadi bangunan baru yang siap dikunjungi oleh wisatawan.Dok. Rumah Martha Tilaar Salah satu kamar tidur di Roemah Martha Tilaar di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Roemah Martha Tilaar merupakan bangunan lama bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah dipugar. Bangunan dengan tegel-tegel bermotif serta berkaca patri ini kini bertransformasi menjadi bangunan baru yang siap dikunjungi oleh wisatawan.
"Satu pesan yang selalu ditekankan oleh Bu Martha untuk proyek (Roemah Martha Tilaar) ini, dia ingin rumah ini berfungsi untuk masyarakat dan memotivasi orang-orang lokal di sini. Bahwa pesannya adalah sukses. Ya jadi rumahnya keluarga ini dibeli tahun 2012, tahun 2013 itu restorasi fisik. Tahun 2014 kita masuk dengan bikin konsep,” lanjutnya.

Reza memerkirakan keberadaan Roemah Martha Tilaar sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Dulunya, masyakat segan untuk melewati rumah tempat Martha Tilaar lahir itu.

Berbeda dengan situasi kini yang banyak dikunjungi wisatawan dan menjadi tempat kegiatan komunitas setempat.

Bagian dalam ruangan Museum Rumah Martha Tilaar, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Semua koleksi Museum Rumah Martha Tilaar merupakan replika kecuali meja altar.Dok. Rumah Martha Tilaar Bagian dalam ruangan Museum Rumah Martha Tilaar, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Semua koleksi Museum Rumah Martha Tilaar merupakan replika kecuali meja altar.
“Saat tahun 2014 Februari itu ke sini. Kami audit masyarakat. Rumah ada besar itu (Roemah Martha Tilaar) itu seperti apa pandangannya. Ada yang bilang itu rumah hantu tuh, rumah angker. Setiap kali orang-orang cerita kalau lewat situ maunya cepat-cepat. Jadi naik motor, naik sepeda itu dikencangin. apalagi kalau udah malam,” ujar Reza.

(Baca juga : Transportasi Wisata ke Kebumen Mulai Rp 74.000, Ini Panduannya)

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.