7 Fakta Museum Bahari Jakarta yang Terbakar

Kompas.com - 16/01/2018, 18:45 WIB
Miniatur perahu mengisi salah satu sudut ruang pamer Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan 1 Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2013). Hasil registrasi ulang tahun 2011-2012, museum tersebut memiliki 768 koleksi. Sekitar 200 item di antaranya adalah benda asli dan sisanya berupa miniatur atau replika.

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWANMiniatur perahu mengisi salah satu sudut ruang pamer Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan 1 Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2013). Hasil registrasi ulang tahun 2011-2012, museum tersebut memiliki 768 koleksi. Sekitar 200 item di antaranya adalah benda asli dan sisanya berupa miniatur atau replika.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com -  Museum Bahari di Jakarta, Selasa (16/1/2017) hangus terbakar di beberapa bagian. Museum ini sarat sejarah kemaritiman Nusantara, mulai era tradisional berbagai suku di Indonesia, hingga modern.

Tak hanya soal koleksinya yang istimewa, museum ini pun punya perjalanan sejarah yang luar biasa. Bangunan dan menaranya menjadi saksi kejayaan VOC yang memperdagangkan kekayaan alam Nusantara kala itu.

Beberapa fakta-fakta keistimewaan tersebut, dirangkum KompasTravel dalam 7 hal berikut ini:

1. Tempat penyimpanan harta berharga VOC

Saat masa jayanya yaitu abad ke 17, VOC menyimpan banyak kekayaan Nusantara di gudang ini. VOC yang merupakan persekutuan dagang Belanda meyimpan, memilah, menjemur, dan mengepak stok-stok rempah seperti kopi, teh, dan cengkeh di gudang ini.

Tak hanya itu, di bagian gudang sebelah barat, juga kerap digunakan untuk penyimpanan sejumlah komoditi berharga yang dijual di Nusantara. Seperti tembaga, timah hingga tekstil milik VOC.

Museum Bahari dilihat dari Menara Syahbandar, Jakarta, Jumat (13/1/2017).Dok. Agustaman Museum Bahari dilihat dari Menara Syahbandar, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
2. Sempat digunakan sebagai gudang logistik dan senjata

Semasa pendudukan Jepang, gudang VOC ini dialihfungsikan sebagai tempat menyimpan logistik tentara Jepang. Termasuk persenjataan dan bahan pangan.

(Baca juga : Sejarah Museum Bahari, dari Gudang Rempah hingga Penyimpanan Senjata)

3. Koleksi maritim yang paling lengkap

Tercatat ada 850 koleksi berharga di museum ini. Terdiri dari perahu zaman nenek moyang hingga kapal modern dari TNI AL. Tak hanya koleksi perahu yang berjumlah ratusan, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan kemaritiman.

Seperti alat navigasi dari zaman Belanda, peralatan senjata kapal, replika dan benda asli kapal laut dari nusantara, diorama peristiwa bahari, dan pameran temporer yang rutin dipamerkan di lantai dua gedung bahari.

Lantai dua Museum Bahari di salah satu gedung, yang dahulu digunakan VOC sebagai tempat menjemu rempah rempah.Kompas.com/Silvita Agmasari Lantai dua Museum Bahari di salah satu gedung, yang dahulu digunakan VOC sebagai tempat menjemu rempah rempah.

4. Bangunan tertua peninggalan VOC

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X