Tiwul Basah di Gunungkidul Kini Jadi Terasa Renyah di Tangan Sandiko

Kompas.com - 05/02/2018, 22:15 WIB
Sandiko ditemui di rumahnya di jalan taman Bhakti, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Menunjukkan cara Membuat Stik Thiwul Kompas.com/Markus YuwonoSandiko ditemui di rumahnya di jalan taman Bhakti, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Menunjukkan cara Membuat Stik Thiwul
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

Salah seorang anaknya yang ikut memasarkan tiwul, Iyut Putri Sandi menambahkan, stik tiwul dan gatot dijual dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per bungkusnya. Tak hanya dijual ke Gunungkidul beberapa koleganya pun memesan untuk wilayah Kalimantan.

"Untuk pemasarannya memang hanya terbatas, karena produksi kami tidak banyak. Selain itu juga kami tidak menggunakan bahan pengawet,"ucapnya.

Sementara, salah seorang warga Wonosari, Kismaya, mengatakan dirinya membeli beberapa bungkus stik tiwul dan stik gatot untuk dikirim ke Jawa Timur.

"Kebetulan sudah membeli bakpia, dan stik ini untuk tambahan saja. Penasaran aja, selama ini kan tiwul hanya dibikin cemilan yang basah, dan ini dikemas secara menarik, dibikin stik digoreng, jadi punya cita rasa yang beda,"pungkasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X