Provinsi Maluku Utara Siapkan Pesona Kie Raha Mengguncang Dunia - Kompas.com

Provinsi Maluku Utara Siapkan Pesona Kie Raha Mengguncang Dunia

Kompas.com - 14/03/2018, 09:53 WIB
Abdi dalem Keraton Ternate di Keraton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/7/2012). Keraton ini dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1810 terletak diatas Bukit Limau Santosa.KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Abdi dalem Keraton Ternate di Keraton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/7/2012). Keraton ini dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1810 terletak diatas Bukit Limau Santosa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Maluku Utara yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, tahun ini menyiapkan 33 agenda pariwisata.

Calendar of Event (CoE) Provinsi Maluku Utara 2018 tersebut diluncurkan di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam.

Baca juga : Menikmati Panorama Kota Ternate dari Atas Danau Laguna

Peluncuran ke-33 agenda tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama juga Plt. Gubernur Maluku Utara H. Muhammad Natsir Thaib.

Festival Tidore 2017 di Kepulauan Tidore, Maluku Utara dimulai sejak 29 Maret 2017 hingga acara puncak pada 12 April 2017.ARSIP KEMENPAR Festival Tidore 2017 di Kepulauan Tidore, Maluku Utara dimulai sejak 29 Maret 2017 hingga acara puncak pada 12 April 2017.
Rangkaian acara dalam kalender wisata selama satu tahun tersebut mengangkat taglinePesona Kie Raha Mengguncang Dunia’, yang berarti pesona empat kawasan kerajaan yang ada di Maluku Utara, bisa mengguncang dunia.

"Tahun ini tiga dari ke 33 event-nya Maluku Utara masuk jadi top 100 Calendar of Event Nasional," ujar Arif Yahya dalam sambutannya di acara tersebut.

Baca juga : Kaya Budaya, Sejarah, dan Bahari, Datanglah ke Tidore!

Tiga acara wisata unggulan nasional tersebut ialah Festival Teluk Jailolo, Festival Tidore, dan Festival Kora-kora. Menpar berharap ketiganya bisa jadi contoh dan parameter ke 30 acara lainnya.

Peserta ritual Sigofi Ngolo di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (30/5/2014).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Peserta ritual Sigofi Ngolo di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (30/5/2014).
"Ketiga unggulan ini sudah dikurasi oleh para kurator, dilihat ketepatan waktunya, konsistensinya, juga cultural and comercial value-nya. Harus jadi contoh," ungkap Arief Yahya.

Muhammad Natsir Thaib mengatakan tahun ini Maluku Utara menargetkan kunjungan 11.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 350.000 pergerakan wisatawan nusantara (wisnus). Tahun ini Dinas Pariwisata Maluku Utara, mencatatat ada 2000 kunjungan wisman.

Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.
Ia berharap dengan adanya 33 agenda wisata di daerahnya, akan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Juga berdampak pada kenaikan pendapatan per kapita, masyarakatnya.

Menpar Arief Yahya mengingatkan, Maluku Utara telah memiliki Morotai, yang masuk dalam 10 destinasi prioritas "Bali Baru". "Jangan disia-siakan, harus semakin serius membangun unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) dalam meningkatkan daya saing destinasi," katanya.

Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, yang tersambung dengan jembatan pasir putih saat air laut surut.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, yang tersambung dengan jembatan pasir putih saat air laut surut.
"Event yang merupakan bagian dari atraksi wisata, menjadi unsur penting untuk mendatangkan wisatawan, kemudian diikuti tersedianya amenitas yang memadai antara lain akomodasi hotel serta kemudahan aksesibilitas khususnya konektivitas penerbangan, yaitu bandara," ujar Arief.

Menpar menambahkan, keempat kerajaan di Maluku Utara, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo sudah dikenal dunia sejak Abad XIII sebagai sumber rempah dunia. Sisi sejarah tersebut lah yang jadi salah satu keunggulan Maluku Utara menarik wisatawan, selain keindahan bawah lautnya.


Komentar

Close Ads X