Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan Parapat

Kompas.com - 26/03/2018, 10:05 WIB
I Made Asdhiana

Editor

Setelah puas melihat sentra kerajinan ulos dan berbelanja, para peserta kembali diberikan waktu menikmati suasana malam kota Medan. Banyak peserta yang kecewa karena dua malam di Medan tidaklah cukup untuk mencicipi aneka hidangan kuliner di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini.

Pagi harinya, para peserta meninggalkan Medan menggunakan bus menuju Parapat, Kabupaten Simalungun untuk melihat potensi wisata di daerah tersebut. Perjalanan dari Medan menuju Parapat memakan waktu sekitar 6 jam, sudah termasuk untuk berhenti Sholat Jumat dan makan siang.

Setibanya di Parapat, para peserta dibawa mengelilingi Danau Toba dan Pulau Samosir menggunakan kapal wisata.

Kapal wisata menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Kapal wisata menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).
Di Pulau Samosir, para peserta dibawa untuk melihat Obyek Wisata Batu Kursi Raja Siallagan di mana para peserta dijelaskan mengenai kebudayaan setempat dan kemudian diajak menari Manortor bersama.

Di Pulau Samosir, para peserta juga diberi kesempatan untuk belanja di kios-kios suvenir.

Sore harinya, bertempat di Hotel Niagara Parapat, para peserta mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupatan Simalungun, Pahala Sinaga mengenai potensi wisata di Kabupaten Simalungun.

Menurut Pahala, guna mendukung program Pemerintah Pusat untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Pemerintah Kabupaten Simalungun memperkuat pembenahan sarana dan prasarana guna pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).
Pada Sabtu (24/3/2018), para peserta sudah harus kembali ke Jakarta. Namun jalur pulang tidak lagi melalui Bandara Kualanamu, melainkan melalui Bandara Silangit yang berada di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Perjalanan dari Parapat menuju Bandara Silangit memakan waktu sekitar 2,5 jam. Para peserta ada yang menggunakan pesawat Batik Air, ID6833 ke Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat pukul 12.35, ada pula yang menggunakan pesawat Citilink, QG21 ke Bandara Halim Perdanakusuma pukul 13.20.

Rumah adat Batak di kawasan obyek wisata Batu Kursi Siallagan, Pulau Samosir, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Rumah adat Batak di kawasan obyek wisata Batu Kursi Siallagan, Pulau Samosir, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).
Melalui pembekalan dan kunjungan ke Medan dan Parapat ini diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para diplomat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan diplomasi ekonomi Indonesia selama bertugas di luar negeri.

Mereka diharapkan memperkenalkan dan mempromosikan potensi TTI Sumatera Utara kepada para counterpart, calon investor, pebisnis, maupun calon wisatawan di negara para diplomat ditempatkan. (Arya Daru Pangayunan, diplomat Kemenlu RI)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com