Selain Patung, Ini yang Bisa Dinikmati Wisatawan di GWK Bali

Kompas.com - 17/05/2018, 19:25 WIB
Penari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPenari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Garuda Wisnu Kencana ( GWK) Cultural Park yang berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Bali, merupakan salah satu obyek wisata yang tak boleh terlewatkan saat berwisata ke Bali.

Kebanyakan tujuan wisatawan yang berkunjung ke sana adalah melihat patung GWK. Sebelumnya, patung terbagi dan terpisah menjadi beberapa potong yang disimpan di lokasi yang berbeda.

Namun kini bagian-bagian tersebut satu per satu sudah dipasang dan dirangkai untuk menjadi satu kesatuan.

Baca juga: 28 Tahun Pembangunan Patung GWK di Bali

Namun, tak perlu khawatir, karena selain melihat patung ada pula aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di sana.

“Karena dari namanya saja sudah cultural park, jadi lebih ke budaya. Ada tarian-tarian yang bisa ditonton pengunjung,” ujar Commercial Director GWK, Arifin kepada KompasTravel, Rabu (16/5/2018).

Beberapa tarian yang bisa Anda lihat yakni Balinese Dance, Rindik Instrument, Barong Keris Dance, dan Garuda Wisnu Ballet.

Ada pula pertunjukan Joged Bumbung, Nusantara Dance, Balinese Parade, Kecak Garuda Wisnu, Legong Dance, dan Salsa.

Pembukaan Forum Budaya Dunia (WCF) di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Minggu (24/11/2013). WCF berlangsung 24-27 November 2013.ARSIP MEDIA CENTER WORLD CULTURE FORUM Pembukaan Forum Budaya Dunia (WCF) di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Minggu (24/11/2013). WCF berlangsung 24-27 November 2013.

“Sebenarnya kita juga ada cinemanya yang menceritakan tentang perjalanan Garuda tapi dibuat animasi,” kata Arifin.

Garuda Cililk Cinema, seperti disebut Arifin, bisa Anda tonton sesuai dengan jadwal yang ada mulai pukul 11.00 hingga 18.35 Wita. 

Baca juga: 20 Mei, Mahkota Patung Wisnu Akan Dipasang di GWK

Selesai melihat pertunjukan, Anda pun bisa berfoto-foto di kawasan tersebut.

Jangan lupa untuk mencoba aktivitas Segway. Waktu bermain mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.

GWK Cultural Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Wita. Tarif masuk obyek wisata ini adalah Rp 80.000 untuk turis domestik dan Rp 60.000 untuk pelajar dan anak-anak.

Sementara untuk turis mancanegara harganya mulai Rp 125.000 untuk dewasa dan mulai Rp 100.000 untuk anak-anak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Whats Hot
Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Whats Hot
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Jalan Jalan
Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Whats Hot
Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Whats Hot
Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Whats Hot
Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Whats Hot
Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Whats Hot
Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Whats Hot
Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Whats Hot
Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Whats Hot
Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Whats Hot
Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Whats Hot
Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Whats Hot
Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X