Telur Asin, Beda Itik Beda Rasanya - Kompas.com

Telur Asin, Beda Itik Beda Rasanya

Kompas.com - 30/05/2018, 14:18 WIB
Pengusaha telur asin di Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (19/8), mulai menambah produksi untuk mengantisipasi tingginya permintaan jelang Lebaran. Pada hari biasa, pengusaha bisa menjual 4.000-5.000 butir per hari, sementara selama libur Lebaran akan meningkat lima kali lipat. Selain memasok pasar lokal, mereka juga memasok kebutuhan warga di Jakarta. IWAN SETIYAWAN Pengusaha telur asin di Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (19/8), mulai menambah produksi untuk mengantisipasi tingginya permintaan jelang Lebaran. Pada hari biasa, pengusaha bisa menjual 4.000-5.000 butir per hari, sementara selama libur Lebaran akan meningkat lima kali lipat. Selain memasok pasar lokal, mereka juga memasok kebutuhan warga di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Telur asin menjadi salah satu kuliner khas sejumlah daerah di Indonesia.

Saat Lebaran, telur asin pun menjadi oleh-oleh yang diburu. Telur asin berasal dari telur bebek yang diasinkan dengan metode tertentu.

Ternyata, beda daerah, beda pula rasa telur asinnya. Yang membedakan adalah jenis itik penghasil telur dan bahan makanan yang dikonsumsi itik tersebut.

Penasaran? Ini beda telur asin di beberapa daerah: 

1. Telur Asin Brebes

Pedagang telur asin khas Brebes di Kota Brebes, Jawa Tengah, memperoleh rezeki musiman dari kepadatan arus mudik dan arus balik di jalur pantai utara. Penjualan telur asin meningkat dari 500 butir per hari menjadi sekitar 3.000 butir per hari per pedagang.Fathoni, Riza Pedagang telur asin khas Brebes di Kota Brebes, Jawa Tengah, memperoleh rezeki musiman dari kepadatan arus mudik dan arus balik di jalur pantai utara. Penjualan telur asin meningkat dari 500 butir per hari menjadi sekitar 3.000 butir per hari per pedagang.
Brebes merupakan daerah yang terkenal dengan telur asinnya.

Telur asin Brebes menjadi salah satu oleh-oleh favorit bagi mereka yang melewati jalur Pantura (Pantai Utara Jawa).

Telurnya berasal dari bebek yang dipelihara di kandang, diberi makanan berupa kerang laut dan dicampur bekatul.

Telur asin Brebes terkenal dengan rasanya yang dominan gurih.

Warna kuning telur ini pekat dan cenderung jingga serta mempunyai tekstur yang padat. Sementara, untuk bagian putih telurnya lembut dan asin.

Dari sisi bau, telur asin Brebes tidak terlalu amis dan rasa asinnya tidak menyengat.

Pusat oleh-oleh khas Brebes terletak di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan di Jalan Diponegoro, Brebes, Jawa Tengah.

2. Telur Asin Banjarmasin (Hintalu Jaruk)

Hintalu Jaruk, telur asin khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan telur dari Itik Alabio.

Pembuatan telur asin ini membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 10 hari.

Telur asin Banjarmasin mempunyai rasa asin dan masir (berminyak). Warna kuning telurnya lebih ke kuning kecoklatan.

3. Telur Asin Indramayu

Telur asin Indramayu mempunyai ciri khusus, yakni warna kuning telurnya lebih kemerahan.

Perbedaan warna kuning telur ini karena dari cara pemeliharaan itik yang menghasilkan telurnya.

Itik di Indramayu dipelihara dengan cara diangon, sehingga banyak mengonsumsi sisa-sisa padi di sawah.

Telur bebek angon menghasilkan telur asin yang mempunyai rasa yang gurih dan lebih tahan lama.

Cara memilih telur asin

Saat membeli telur asin, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar mendapatkan telur yang baik.  

Telur asin tidak mempunyai standarisasi pada penggaramannya, sehingga masing-masing telur asin mempunyai rasa asin yang bervariasi.

Tipsnya, jangan memilih telur asin yang sudah kadaluarsa karena jika dikupas, telurnya sudah kering dan mengeras.

Ketika dipotong, telur asin yang baik hanya membentuk lapisan minyak pada bagian luar putih telur, bukan yang berminyak di seluruh bagian putihnya.

Kompas TV Benu Keliling berhasil meliput salah satu tempat makan yang sedang viral di media sosial dengan menu utamanya, mengombinasikan ayam dan telur asin.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X