Kompas.com - 04/06/2018, 09:23 WIB
Kue rangi.Kompas.com/Slamet Priyatin Kompas.Com /Slamet Priyatin Kue rangi.Kompas.com/Slamet Priyatin


KENDAL, KOMPAS.com - Rangi adalah kue khas Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sepintas, kue ini mirip dengan kue pancong khas Jakarta.

Perbedaannya kue rangi memiliki ukuran lebih besar dan cetakannya berbentuk bunga.

Rasa kue rangi hampir sama dengan wingko babat khas Semarang, sehingga banyak orang menyebutnya wingko desa. Tapi sayang, seiring dengan perkembangan jaman, kue rangi mulai dilupakan orang.

Hanya tinggal beberapa orang yang masih menekuni bisnis kue tersebut.

Salah satunya adalah Fauzi Indah, warga Sukodono. Fauzi adalah generasi ketiga pengrajin kue Rangi yang digeluti oleh keluarganya.

Menurut Fauzi, bisnis kue Rangi sudah digeluti oleh keluarganya sejak puluhan tahun lalu. Mulai dari kakek, orang tuanya, dan sekarang dirinya.

“Pas puasa hingga Lebaran, banyak pembeli untuk cemilan,” kata Fauzi, Minggu (03/06/2018).

Baca juga: Yang Baru dari Kendal, Kampung Ragam Warna

Fauzi menambahkan alat produksi yang ia gunakan masih tradisional, yaitu tungku. Pengapiannya dari serabut kelapa.

Bahan dasar kue rangi, tambah Fauzi, adalah kelapa dan tepung ketan. Saat mencampur parutan kelapa dan tepung ketan, dirinya mengaku menggunakan perasaan.

Dalam sehari dirinya mampu memproduksi 100 hingga 150 kue.

“Kelapa kami parut secara manual, tidak menggunakan mesin. Sebab kalau menggunakan mesin, parutan kelapa terlalu halus. Di samping itu, cara manual akan menghasilkan tekstur yang tepat. Rasa dan baunya juga khas,” akunya.

Fauzi menjelaskan dirinya tidak sembarang memilih bahan baku kelapa dan tepung ketan yang akan digunakan membuat kue rangi. Oleh sebab itu, semua bahan ia beli dan olah sendiri.

Tujuannya, supaya rasanya tidak berubah sehingga pembeli tidak kecewa.

“Menjelang lebaran, pesanan membludak. Kami kewalahan. Supaya tidak kecewa kami berharap, sebaiknya kalau pesan kue rangi jauh-jauh hari sebelumnya,” tambahnya.

Salah seorang pembeli, Nur Salimahtun mengatakan rasa dari kue ini manis dan sangat gurih. Keluarganya sangat menyukainya.

Walau kue ini, bisa dibeli di pasar tradisional, Nur mengaku sering membeli langsung di tempat produksi milik Fauzi.

“Kalau beli di sini, kuenya masih hangat. Satu kue harganya Rp 6.000," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.