Memaknai Kemerdekaan RI di Flores dengan Tarian Doku, Dero, dan Vera

Kompas.com - 18/08/2018, 22:06 WIB

Selanjutnya turis itu diantar ke Pastoran Waelengga. Saat makan malam di pastoran disuguhkan dengan menu lokal khas masyarakat Manggarai Timur.

Hari kedua turis Italia dan Jerman itu menyaksikan atraksi budaya di Lembaga pendidikan SMPK Waemokel dengan pementasan tarian Sanggu Alu, Congka Sae dan Lipa Songke.

Selanjutnya pada sore hari disambut warga Kampung Sambikoe dengan tarian Wai Doka dan Kelong serta meresmikan pembangunan air minum bersih bagi kampung itu atas jasa baik dan bantuan mereka empat tahun lalu.

Esther Hanspeter, Michael Vieider, Ludwid Nossing, Isabela Delazer, Roland Delazer, Gunther Filippi, Erna Agstner, Anna Maria Watschanger, Ulrike Aner Vieider, Walter Soligo, Monika dan Anne sangat terkesan dengan penerimaan secara adat serta atraksi budaya masyarakat Manggarai Timur.

"Kami sangat terpikat dengan keunikan-keunikan budaya dan tarian khas masyarakat Manggarai Timur. Dengan penerimaan yang ramah ini membuat kami akan berlibur ke Manggarai Timur lagi di masa akan datang," kata Esther.

Inilah sejumlah tarian dan atraksi budaya di Pulau Flores, NTT yang dirangkum KompasTravel selama ini.

Pertama, Tarian Doku. Tarian ini mengisahkan kaum perempuan Manggarai Timur di masa lalu dan masa depan memakai Doku atau Nyiru untuk membersihkan beras sebelum dimasak. Kedua, tarian Dero. Tarian ini khas masyarakat Nagekeo. Tarian persatuan orang Nagekeo.

Ketiga, tarian Sanggu Alu. Tarian ini adalah penari menari dicelah-celah bambu. Keempat, Tarian Congkae Sae. Tarian kegembiraan sesudah panen padi.

Kelima, tarian Lipa Songke. Tarian ini mengisahkan seseorang perempuan Manggarai Timur menenun kain songke sampai menghasilkan produk kain Songke. Kain songke selalu dipakai masyarakat Manggarai Raya dalam berbagai upacara adat dan ritual.

Keenam, tarian Flobamaro. Tarian ini merupakan tarian persatuan di seluruh suku dan Kabupaten di NTT. Ketujuh, tarian Ndundu Ndake. Tarian ini merupakan tarian kegembiraan dari masyarakat Manggarai Raya. Tarian ini mengikuti irama bunyi gong dan gendang khas masyarakat Manggarai Raya. Tarian ini juga sudah masuk rekor Muri.

Tari Vera saat mengantar tamu di Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Tari Vera saat mengantar tamu di Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kedelapan, Tarian Vera. Tarian ini merupakan tarian rasa syukur masyarakat Rongga. Tarian ini sudah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tarian khas Nasional Nonbenda.

Kesembilan, tarian Ja'i dari masyarakat Ngada. Kesepuluh, Tarian Gawi dan Roko Tenda. Tarian ini khas masyarakat Ende. Semua tarian ini berhubungan dengan alam semesta serta pertanian dan toleransi antar-suku di seluruh Pulau Flores.

Tarian ini juga selalu dipentaskan kepada wisatawan asing dan Nusantara saat berkunjung ke Pulau Flores. Selain itu tarian ini ditampilkan saat pesta nikah dan ritual adat lainnya di masyarakat Pulau Flores.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.