Kompas.com - 20/08/2018, 15:24 WIB

TORAJA UTARA, KOMPAS.com – Yogyakarta bukanlah satu-satunya daerah di Indonesia yang punya gumuk pasir. Di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, wisatawan juga bisa menyambangi Gumuk Pasir Sumalu yang tak kalah indah.

Jika gumuk pasir di Yogyakarta memiliki lanskap landai, lain halnya dengan Sumalu. Gumuk pasir di sini lebih berbukit-bukit, dan permukaannya sangat padat. 

Gumuk pasir ini terbentuk karena proses alam. Angin membawa pasir hingga bertumpuk dan membentuk sebuah gumuk. Arah angin yang tidak beraturan kemudian membentuk gumukan yang tidak simetris dan membuat bentuk gunung menjadi liuk-liukan yang apik.

Gumuk Pasir Sumalu punya dua lokasi yang berbeda. Gumuk pasir yang eksis pertama kali berada di depan Gereja Toraja Jemaat To’ Sapang, Rantebua Sanggalangi, Rantebua. Gumuk pasir ini mulai diketahui banyak orang sekitar Desember 2016.

Seorang pengunjung yang melakukan pose foto di atas gumuk pasir.KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARAYA Seorang pengunjung yang melakukan pose foto di atas gumuk pasir.
Kemudian, pada September 2017 gumuk pasir lain ditemukan dan mulai eksis. Gumuk pasir ini berada di Buntu Rondo, Rantebua Sumalu, Rantebua. Untuk bisa sampai ke sini, Anda harus memarkirkan kendaraan dan berjalan sekitar 50 meter lagi.

Di gumuk ini, matahari terbit dan terbenam bisa dinikmati sambil duduk di atas gumukan dan menikmati similir angin yang masih terasa sejuk dengan segelas kopi atau teh hangat yang bisa dibeli di penjual yang berada di wisata ini.

Anda juga bisa merasakan sensasi berseluncur dari atas gumukan ke bawah yang akan menjadi pengalaman yang terlupakan. Anda harus tetap berhati-hati ketika menaiki gumukan kemuidan berseluncur ria.

Untuk Anda yang hobi foto, tempat ini juga bisa jadi spot foto yang bagus. Latar gumukan pasir yang luas, dan berdiri di tengah-tengah gumukan bisa jadi salah satu gaya yang bisa dicoba.

Pengunjung yang sedang melakukan swafoto di gumuk pasir Sumalu.KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARAYA Pengunjung yang sedang melakukan swafoto di gumuk pasir Sumalu.
Tidak hanya foto-foto, Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan camping gratis di sini dengan membawa tenda sendiri karena masih belum tersedia penyewaan tenda.

Terletak di Sumalu, Kecamatan Buntao, Rantebua, Toraja Utara, akses ke gumuk pasir ini membutuhkan waktu sekitar satu jam atau sejauh 30 km dengan mobil atau motor dari Rantepao.

Dalam perjalanan, Anda akan melewati sedikit perbukitan dan perkampungan warga. Ketika tiba di sini, hamparan pasir luas dengan hembusan angin sejuk akan menyambut lelahnya perjalan.

Jika hujan, disarankan untuk menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan yang belum bagus. Untuk masuk ke sini, Anda tidak membayar sepeserpun alias gratis. Tempat wisata ini buka 24 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.