Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Fakta tentang Pegunungan Arfak Papua Barat

Kompas.com - 27/08/2018, 20:10 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

Di Pegunungan Arfak, ada banyak pendatang yang bermukim seperti dari Toraja, Sulawesi Selatan; Sragen, Jawa Tengah; Makassar, Sulawesi Selatan; Bone, Sulawesi Selatan; Manokwari, Papua Barat, dan lain-lain.

Para pendatang ada yang bekerja sebagai perawat, berjualan warung nasi, tentara, polisi, dan pekerjaan-pekerjaan lain. Para pendatang hidup berbaur dengan masyarakat asli Pegunungan Arfak.

6. Punya dua danau

Pegunungan Arfak punya dua danau yaitu Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida. Dua danau tersebut merupakan obyek wisata di Pegunungan Arfak.

Danau Anggi Giji terletak di Distrik Anggi dan biasa dikenal dengan sebutan danau laki-laki. Sementara, Danau Anggi Gida terletak di Distrik Anggi Gida dan biasa disebut danau perempuan.

Letak dua danau tersebut bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh perbukitan. Dua danau tersebut punya panorama yang indah.

7. Obyek wisata yang beragam

Suku Arfak berada di rumah tradisional, Rumah Kaki Seribu di Distrik Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/8). Sebelumnya, Suku Arfak melakukan Tarian Tumbuk Tanah menyambut kedatangan tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Suku Arfak berada di rumah tradisional, Rumah Kaki Seribu di Distrik Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/8). Sebelumnya, Suku Arfak melakukan Tarian Tumbuk Tanah menyambut kedatangan tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI.

Pegunungan Arfak punya obyek wisata yang beragam mulai dari wisata alam hingga budaya yang menarik untuk dikunjungi. Ada pengamatan kupu-kupu dan burung berada di Distrik Mokwam, Danau Anggi Giji, Anggi Gida, dan beragam obyek wisata lainya.

Ada juga obyek wisata Pasir Putih di Danau Anggi Gida. Pegunungan Arfak juga punya potensi wisata parayalang.

8. Potensi holtikultura

Masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat berjualan hasil bumi di Pasar Distrik Anggi, Jumat (17/8). Beberapa hasil bumi yang banyak dihasilkan sepert bawang merah, bawang putih, kol, daun bawang, seledri, dan lain-lain.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat berjualan hasil bumi di Pasar Distrik Anggi, Jumat (17/8). Beberapa hasil bumi yang banyak dihasilkan sepert bawang merah, bawang putih, kol, daun bawang, seledri, dan lain-lain.

Di Pegunungan Arfak punya aneka sayuran dan buah yang bisa dikembangkan. Di Pegunungan Arfak, buah-buahan seperti nanas, stroberi, markisa, alpukat bisa tumbuh bahkan secara liar.

Untuk sayuran, ada beragam yang tumbuh. Ada sayuran seperti kentang, selada, daun bawang, kol, wortel, labu siam, buncis, bayam, sawi, dan lain-lain.

9. Jalan yang rusak

Perjalanan menuju Kabuten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Jalan rusak dari Manokwari ke Pegunungan Arfak merupakan salah satu tantangan pengembangan pariwisata.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Perjalanan menuju Kabuten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Jalan rusak dari Manokwari ke Pegunungan Arfak merupakan salah satu tantangan pengembangan pariwisata.

Jalan di Kabupaten Pegunungan Arfak masih rusak. Banyak tanjakan yang berlubang dan belum tersedia banyak jembatan.

Bila hujan, jalan yang bisa licin. Tebing-tebing di kiri dan kanan beberapa bagian jalan juga rawan longsor.

10. Hanya bisa diakses dengan kendaraan tertentu

Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.RAHMI HIDAYATI / MAPALA UI Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.

Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.

Kendaraan-kendaraan lain seperti motor tertentu juga bisa menembus jalur Pegunungan Arfak. Namun, dengan syarat harus sudah dimodifikasi dengan ban berjenis trail.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com