Wisata ke Gunung Pangrango Bukan Hanya Pendakian, Ini Pilihannya

Kompas.com - 03/09/2018, 11:08 WIB
Sejumlah wisatawan melintas jembatan gantung Situgunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situgunung, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/6/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah wisatawan melintas jembatan gantung Situgunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situgunung, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/6/2018).

BITUNG, KOMPAS.com - Obyek wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bukan hanya puncak gunung yang lazimnya didaki kaum belia, tetapi banyak obyek lainnya bahkan ramah keluarga.

Kawasan TNGP terbentang di tiga wilayah, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat. Dari ketiga wilayah tersebut memiliki potensi lingkungan hingga wisatanya masing-masing di luar puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

Dikutip dari data TNGP saat mengikuti perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Bitung, Sulawesi Utara, TNGGP memiliki 58 sungai dan 1.075 anak sungai.

Dari banyaknya sungai tersebut menghasilkan 17 air terjun yang lazim disebut curug di Jawa Barat. Curug-curug yang populer dikunjungi wisatawan ada Curug Nangka, Curug Luhur, Curug Cibeureum-Cibodas, Curug Sawer, Curug Cipadaranten, Curug Ciwalen, Curug Cikaracak dan Curug Beret.

Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2016).KOMPAS.COM/BUDIYANTO Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2016).
"Banyak curug yang justru ga di jalur pendakian, jadi khusus wisata curug aja sama bumi perkemahan," tutur Wita, Staf Penyuluh dan Komunikasi Masyarakat TNGP pada KompasTravel di sela acara HKAN, di Bitung, Kamis (30/8/2018).

Selain curug-curug ada juga telaga dan danau bagi wisatawan yang suka bermain air, seperti
Telaga Biru di Cibodas, Cianjur, dan Danau Situgunung, di daerah Sukabumi. Keduanya juga disebut ramah bagi keluarga sebagai wisata rekreasi dan edukasi.

Untuk pusat pendidikan pelajar dan mahasiswa, TNGGP punya Bodogol yang masuk kawasan Lido, Kabupaten Bogor. Di Bodogol ini terdapat pusat studi konservasi alam yang dikemas dengan aktivitas trekking, kemah, outbound, hingga kelas-kelas pelatihan.

"Di Bodogol juga bisa lihat hasil-hasil kamera trap yang ada di TNGGP, hewan-hewan apa saja, sama ikut patroli polhut juga bisa," trang Wardi, Polisi Hutan TNGGP kepada KompasTravel, dijumpai di acara yang sama.

Seekor owa jawa bertengger di dahan pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa.Barat, Rabu (21/12/2016).KOMPAS.com/Budiyanto Seekor owa jawa bertengger di dahan pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa.Barat, Rabu (21/12/2016).
Ia menambahkan kini wisata yang paling baru ialah bersepeda menuruni perbukitan, atau downhill. Wisata ini sejak dahulu memang sudah ada yang melakukan, tetapi hanya komunitas tertentu.

"Belakangan mau dibuka umum (wisata sepeda), termasuk ya disediakan sepeda buat sewa kalau wisatawan ga bawa, kan ada (wisatawan) yang dari jauh-jauh tu," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X