Kompas.com - 10/09/2018, 11:11 WIB
Kapal-kapal terlihat di sungai Kota Makau dengan latar belakang Kota Zhu Hai, China, Minggu (13/5/2012). Macau mengembangkan berbagai industri seperti tekstil, elektronik dan mainan, serta menciptakan industri pariwisata kelas dunia dengan pilihan luas untuk hotel, resor, fasilitas olahraga, restoran dan kasino. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKapal-kapal terlihat di sungai Kota Makau dengan latar belakang Kota Zhu Hai, China, Minggu (13/5/2012). Macau mengembangkan berbagai industri seperti tekstil, elektronik dan mainan, serta menciptakan industri pariwisata kelas dunia dengan pilihan luas untuk hotel, resor, fasilitas olahraga, restoran dan kasino.


JAKARTA, KOMPAS.comMacau terletak di tepi barat Sungai Pearl Delta di selatan Provinsi Guangdong, China.

Macau terdiri dari tiga pulau, yakni Macau Peninsula, Taipa dan kepulauan Coloane. Macau Peninsula adalah pusat dari wilayah tersebut dan terhubung ke Pulau Taipa oleh tiga jembatan jalan.

“Macau merupakan kota yang kaya akan warisan budaya, memadukan tradisi Asia yang eksotis dengan warisan Portugis,” ujar Head of Indonesia Representative Macao Government Tourism Office, Devi Sari dalam pembukaan Food Truck Macao Roadshow di Kompas Gramedia, Bentara Budaya Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Laman resmi Macao Tourism menjelaskan pada pertengahan abad ke-16, bangsa Portugis tiba dan menetap di Macau.

Hal ini pun membuat banyaknya arsitektur kota, seni, agama, tradisi, makanan hingga masyarakat mencerminkan perpaduan budaya China, Barat dan Portugis.

“Kekayaan sejarah dan budaya memperkaya pariwisata Macau menyatukan pesona Barat dan Timur dalam berbagai destinasinya, sehingga membuat kunjungan ke Macau mudah diingat bagi siapa saja,” kata Devi.

Ia melanjutkan, banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata belanja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada gereja, masjid, dan temple dengan ciri khas Macau. Wisatawan bisa melihat banyak hal unik terlihat dari eastern dan western bersanding, menyatu, berbaur dengan sangat harmonis,” kata dia.

Bila Anda berkunjung ke sana, memang bahasa yang digunakan masyarakat rata-rata Bahasa China dan Portugis dengan dialek Canton.

Akan tetapi umumnya untuk pariwisata, perdagangan dan bisnis, mayoritas warga lokal menggunakan Bahasa Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.