Dataran Tinggi Gayo Alas Dianggap Layak Jadi Kawasan Strategis Nasional - Kompas.com

Dataran Tinggi Gayo Alas Dianggap Layak Jadi Kawasan Strategis Nasional

Kompas.com - 15/09/2018, 17:05 WIB
Salah satu lanskap objek wisata Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah.Kontributor Takengon, Iwan Bahagia Salah satu lanskap objek wisata Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah.

GAYO, KOMPAS.com - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan, Dataran Tinggi Gayo Alas layak menjadi Kawasan Strategis Nasional.

Hal itu dikatakan Shabela Abubakar dalam sambutannya saat pembukaan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 yang dimulai Jumat (14/9/2018) malam. Wacana tersebut sudah digagas sejak dua tahun lalu tepatnya, ketika Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Rembele di Bener Meriah.

"Waktu itu, Bapak Presiden dengan tegas mengatakan perlunya pengembangan kawasan Dataran Tnggi Gayo dan Alas agar semakin terbuka dan maju, Alhamdulillah, malam ini gagasan presiden mulai terwujud seiring dimulainya event ini," kata Shabela, Jumat (14/9/2018).

Ia melanjutkan, bupati dan masyarakat di empat kabupaten, akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik, untuk menyelenggarakan berbagai event olahraga. Event-event tersebut seperti wisata alam, kegiatan seni dan budaya dalam rangkaian even budaya dan potensi sumberdaya alam.

"GaMIFest 2018 diharapkan menjadi lokomotif yang membawa lebih banyak wisatawan berkunjung dan pada akhirnya memberi manfaat ekonomi yang berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Pesawat Wings Air jenis ATR 72 beberapa saat setelah mendarat di Bandar Udara Rembele Takengpn, Bener Meriah, Aceh. Pesawat milik paskapai penerbangan Lion Grup tersebut sedang melakukan Proving Flight atau uji terbang di Bandara kebanggan masyarakat Gayo tersebut, Jumat (22/7/2016).Kontributor Takengon, Iwan Bahagia Pesawat Wings Air jenis ATR 72 beberapa saat setelah mendarat di Bandar Udara Rembele Takengpn, Bener Meriah, Aceh. Pesawat milik paskapai penerbangan Lion Grup tersebut sedang melakukan Proving Flight atau uji terbang di Bandara kebanggan masyarakat Gayo tersebut, Jumat (22/7/2016).
Pihaknya berharap event tersebut tak berhenti dan dapat terus dilaksanakan ke depannya.

"Dari awal kita sudah sepakat, bahwa GAMIFest ini adalah sasaran antara tujuan utama adalah pengembangan kawasan strategis dan khusus sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo," jelas Shabela.

"Sekilas kami gambarkan beberapa data dan fakta, mengapa Dataran Tinggi Gayo dan Alas wajar menjadi kawasan strategis nasional, diantaranya," lanjutnya lagi.

Ia mengungkapkan, wilayah Aceh bagian tengah adalah modal perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hal itu tercermin dengan keberadaan Radio Rimba Raya yang menyatakan, bahwa Indonesia masih ada ketika republik ini hampir lumpuh akibat agresi militer belanda kedua.

Dari Rimba Gayo ini juga, Syafruddin Prawira Negara pernah memimpin dan menjalankan pemerintahan yang saat itu sedang dalam keadaan darurat.

Rafting di Sungai Alas, Kedah, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. BARRY KUSUMA Rafting di Sungai Alas, Kedah, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Anugerah alam Aceh Tengah juga mendukung sektor pariwisata, sambungnya, mulai dari danau, sungai dan gunung. Semua potensi wisata tersedia di Dataran Tinggi Gayo-Alas dan menunggu untuk dikelola secara optimal.

Keberadaan kawasan ekosistem Leuser, tempat bernaung keanekaragaman hayati yang selama ini telah menjadi penyangga kebutuhan oksigen dunia juga menjadi pertimbangan.

"Kemudian kopi arabika gayo, kawasan Dataran Tinggi Gayo, punya lahan kopi arabika seluas 100 ribu hektar lebih, kalau dihitung dalam satu kawasan, maka menjadi yang terluas di asia," terang Shabela.

Selanjutnya, kawasan Dataran Tinggi Gayo dan Alas merupakan sumber energi, dengan dibangunnya PLTA peusangan 1 dan 2. Selanjutnya, menyusul PLTA Peusangan 4.

Selain menjadi sumber energi, aliran Danau Laut Tawar yang berada di Takengon dan sungai yang berhulu dari Dataran Tinggi Gayo dan Alas juga merupakan sumber kehidupan bagi beberapa kabupaten di Aceh.

"Terakhir, temuan arkeologi, bahwa 8.500 tahun lalu sudah ada aktivitas manusia di dataran tinggi Gayo," kata Shabela.

Seorang pengunjung sedang menikmati suasana di lokasi wisata Air Terjun Bur Bulet, Minggu (21/2/2016), di Kampung Wih Terjun, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Aceh. Kawasan wisata alam tersebut hingga saat ini belum tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah setempat.KOMPAS.COM/IWAN BAHAGIA Seorang pengunjung sedang menikmati suasana di lokasi wisata Air Terjun Bur Bulet, Minggu (21/2/2016), di Kampung Wih Terjun, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Aceh. Kawasan wisata alam tersebut hingga saat ini belum tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah setempat.

Dengan data dan fakta itu, Ia menganggap penting sebagai dasar perlunya Dataran Tinggi Gayo dan Alas ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional.

"Harapan kami, melalui penetapan kawasan strategis, pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan dapat memberi manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya untuk masyarakat dataran tinggi Gayo dan Alas, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh," lanjutnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata RI, Reza Pahlevi, para Asisten Deputi dan Pejabat Kemenko PMK RI, pejabat Pemerintah Aceh dan kepala daerah empat empat kabupaten di Aceh serta pejabat lainnya.



Close Ads X