Cari Batik Murah? Coba ke 5 Sentra Penjual Batik Ini - Kompas.com

Cari Batik Murah? Coba ke 5 Sentra Penjual Batik Ini

Kompas.com - 02/10/2018, 17:09 WIB
Pengunjung memilih batik di Pusat Grosir Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/12/2015). Transaksi di salah satu sentra batik di Cirebon tersebut meningkat hingga tiga kali lipat saat libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Transaksi pembelian yang biasanya hanya sekitar 2.000, pada 25-26 Desember 2015 melonjak hingga sekitar 6.500 transaksi. KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI Pengunjung memilih batik di Pusat Grosir Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/12/2015). Transaksi di salah satu sentra batik di Cirebon tersebut meningkat hingga tiga kali lipat saat libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Transaksi pembelian yang biasanya hanya sekitar 2.000, pada 25-26 Desember 2015 melonjak hingga sekitar 6.500 transaksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Batik murah dalam bentuk kain meteran, pakaian, sprei, sampai aksesoris seperti tas dengan mudah didapat di sentra penjual batik. Pilihan batik di lima sentra penjual batik ini juga terbilang beragam.

Mulai dari batik tulis dengan harga yang relatif tinggi, sampai batik cap dengan harga relatif rendah. Jika pintar menawar, membeli batik di lima sentra penjual batik ini akan bertambah murah harganya. Inilah lima sentra penjual batik yang terkenal di Jawa:

1. Thamrin City, Jakarta

Di Jakarta, Thamrin City menjadi pusat untuk mencari batik murah. Karena letaknya yang berada di tengah kota dan dekat dengan Tanah Abang, Thamrin City banyak dikunjungi oleh pembeli luar daerah.

Kebanyakan pedagang batik di Thamrin City berasal dari luar daerah seperti Pekalongan, Cirebon, atau Solo. Di sini juga terdapat batik langka seperti Batik Betawi. Selain batik sebenarnya di Thamrin City juga banyak penjual kain tenun ikat dari daerah Timur Indonesia.

2. Pusat Grosir Batik Trusmi, Cirebon

Tempat ini terletak di Jalan Trusmi Kulon No 148, Plered, Cirebon. Nama Trusmi berasal dari pemuka agama Islam Ki Gede Trusmi.

Desa Trusmi kemudian berkembang menjadi sentra batik Cirebon, dengan Pusat Grosir Batik Trusmi sebagai pusatnya. Batik Trusmi sekarang menjadi destinasi yang sering dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Cirebon.

3.Pasar Batik Setono Pekalongan

Ada sekitar 600 kios yang menjual batik di Pasar Batik Setono Pekalongan. Pasar ini dibuka dari perkumpulan warga pebatik sekitar pada tahun 1939. Pasar Barik Setono Pekalongan terletak di Karangmalang, Pekalongan.

Pengunjung memilih batik dalam bazar batik Ngenteni Buka Ning Pasar Klewer La Piazza Kelapa GadingKompas.com/Mentari Pengunjung memilih batik dalam bazar batik Ngenteni Buka Ning Pasar Klewer La Piazza Kelapa Gading

4. Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Di Pasar Beringharjo, tumpah ruah pedagang batik di kios sampai kaki lima di pinggir jalan. Pasar Beringharjo dibangun tahun 1925 dan terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Kebanyakan batik di Pasar Beringharjo bewarna putih, hitam, dan cokelat. Menariknya selain batik, Pasar Beringharjo juga menjual kebutuhan pangan, ramuan jamu, dan makanan.

5. Pasar Klewer, Solo

Pasar Klewer merupakan salah satu pasar tertua di Solo, Jawa Tengah. Pasar ini dibuka sejak zaman penjajahan Jepang, sekitar tahun 1942.

Konon nama "klewer" diambil dari kain batik yang 'kleweran', atau menjuntai. Pasar Klewer pernah terbakar habis tahun 2014 dan kini telah direnovasi dan dibuka kembali.

Tak hanya batik motif Solo, ada banyak batik dari motif Jawa lainnya yang ditawarkan di Pasar Klewer. Pasar yang terletak di Jalan Kapten Mulyadi ini terkenal sebagai sentra batik dengan harga yang miring.



Close Ads X