Pelaku Wisata di NTT Wajib Pungut Sampah - Kompas.com

Pelaku Wisata di NTT Wajib Pungut Sampah

Kompas.com - 12/10/2018, 14:43 WIB
Wisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.KOMPAS/YOVITA ARIKA Wisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, berpesan kepada para pelaku wisata di wilayah NTT, agar wajib memungut sampah terutama sampah plastik di mana pun.

Hal itu sebut Marius, bertujuan untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah NTT.

"Sampah dipungut, selain menjaga kebersihan juga wajib menjaga keramahtamahan untuk kenyaman wisatawan," kata Marius di hadapan para pelaku wisata dalam Pelatihan Dasar Sumber Daya Manusia Pariwisata di Restoran Nelayan Kupang, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Dari Sedotan sampai Kulkas, Temuan Sampah di Laut Indonesia

Marius mengatakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sudah memberikan contoh dalam memungut sampah-sampah plastik.

Menurutnya, dalam kegiatan apa pun gubernur selalu membawa botol air mineral dari rumah.

Karena itu, lanjutnya, sebagai masyarakat dan pelaku wisata harus menjaga kebersihan terutama di lokasi wisata atau destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, saat berpose dengan para pelaku pariwisata di Kota Kupang, Kamis (11/10/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, saat berpose dengan para pelaku pariwisata di Kota Kupang, Kamis (11/10/2018).
Negara-negara Eropa dan lainnya, lanjut Marius, sudah mengampanyekan kebersihan sampah plastik.

Baca juga: Angkut Sampah di Bunaken, Turis Asal Inggris Dapat Penghargaan

Dalam tataran global, Indonesia sebagai negara terbesar kedua pemasok sampah plastik setelah China.

Menurutnya, menjaga kebersihan seharusnya sudah menjadi citra diri dan harga diri.

"Saya harapkan sosialisasi pada hari ini di sekolah kita, di rumah kita masing-masing harus menjaga kebersihan dan keramahtamahan di manapun kita berada," ujar Marius.

Baca juga: Sampah, Sumber Masalah di Labuan Bajo

Pemprov NTT, menurut Marius, telah menjadi sektor pariwisata sebagai program unggulan yang didukung dengan sektor-sektor lainnya seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan dan sektor lainnya.

Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Karenanya, ke depan penataan infrastruktur di lokasi wisata menjadi prioritas utama.

"Sarana prasarana dari berbagai daerah harus dibangun mulai jalan provinsi, kabupaten dan jalan negara harus bagus untuk mendukung program pariwisata," kata Marius.

Ia menambahkan, saat ini banyak desa-desa yang telah menjadi obyek wisata, sehingga dalam pengelolaanya membutuhkan SDM yang andal.

Pariwisata ke depan telah menjadi industri yang akan terus bersaing dengan daerah atau wilayah lainnya.

Sementara itu, guru SMKN 3 Kupang, Yohanes Pawe, mengatakan, dalam pengembangan pariwisata perlu ada penyiapan SDM untuk mendukung program pariwisata.

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
Menurutnya, untuk lokasi destinasi wisata di Pulau Komodo, Manggarai Barat harus memperhatikan keberlanjutan dan kenyamanan kehidupan komodo.

"Saya melihat ini sudah sangat bagus, tapi ketika ke Labuan Bajo saya punya rasa pesimis, karena komodo unik dan bisa punah kalau tidak diperhatikan secara baik," tutupnya.



Close Ads X