HPI Raja Ampat: Berdayakan Pemandu Wisata Lokal

Kompas.com - 23/11/2018, 14:10 WIB
Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADestinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

WAISAI, KOMPAS.com - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, meminta biro perjalanan atau travel agent yang membawa wisatawan ke Raja Ampat memberdayakan pemandu wisata lokal.

Ketua HPI Raja Ampat, Ranny Iriani Tumundo di Waisai, Papua Barat, Kamis (22/11/2018), mengatakan pihaknya bersama pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia pemandu wisata lokal.

Hal itu dilakukan agar pemandu wisata lokal digunakan berbagai pihak terutama travel agent yang mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat.

Baca juga: Pemkab Raja Ampat Larang Kapal Besar Sandar di Dermaga Arborek

Tidak hanya biro perjalanan, dia juga berharap kepada pemerintah daerah jika ada tamu kunjungan pemerintahan yang ingin melintasi Raja Ampat dapat pula memberdayakan pemandu wisata lokal yang sudah di bina selama ini.

HPI Raja Ampat, menurut Ranny, sepanjang 2018 telah melakukan berbagai program pelatihan bagi pemandu wisata setempat, antara lain latihan bahasa Inggris, pelatihan kepemanduan wisata, pelatihan mengenal satwa yang dilindungi, dan pelatihan tanggap darurat jika terjadi kecelakaan saat perjalanan wisata di Raja Ampat.

Dermaga di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dermaga di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016).
Latihan tersebut melibatkan berbagai pihak yakni lembaga Golden Gate Education untuk pelatihan bahasa Inggris, Basarnas untuk pelatihan tanggap darurat kecelakaan, Flora Fauna Internasional untuk pengenalan satwa dilindungi.

"Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemandu wisata lokal sehingga pelayanan yang diberikan bagi wisatawan benar-benar berkualitas," tambah Ranny Iriani Tumundo.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X