7 Hal yang Sebaiknya Tak Anda Lakukan saat Naik Transjakarta

Kompas.com - 03/01/2019, 17:14 WIB
Warga menunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Grogol 1, 12 Mei Reformasi, Jakarta Barat, Rabu (9/5/2018). Halte 12 Mei Reformasi ini untuk memperingati peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998 yang berujung pada tumbangnya rezim Orde Baru dan mengenang empat mahasiswa yakni, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie yang meninggal akibat terjangan peluru saat berunjuk rasa di Kampus Universitas Trisakti.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga menunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Grogol 1, 12 Mei Reformasi, Jakarta Barat, Rabu (9/5/2018). Halte 12 Mei Reformasi ini untuk memperingati peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998 yang berujung pada tumbangnya rezim Orde Baru dan mengenang empat mahasiswa yakni, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie yang meninggal akibat terjangan peluru saat berunjuk rasa di Kampus Universitas Trisakti.

KOMPAS.com - Transjakarta kini menjadi salah satu moda transportasi umum yang paling diminati warga Jakarta. Selain karena murah, Transjakarta juga tergolong nyaman.

Namun sebagai transportasi massal, tentunya PT Transjakarta memberlakukan berbagai peraturan tertulis maupun tak tertulis untuk penumpang demi menciptakan kenyamanan bersama.

Berikut ini berbagai hal yang sebaiknya tak Anda lakukan saat naik Transjakarta.

1. Tak mendahulukan penumpang turun

Terburu-buru sampai ke tempat tujuan biasanya membuat Anda tak sabar untuk masuk ke dalam Transjakarta dan segera melanjutkan perjalanan.

Namun untuk memasuki transjakarta ada aturannya. Anda harus mendahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu.

Baca juga: Nyamannya Wisata Belanja Naik Transjakarta Tanah Abang Explorer

Hal ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Jika Anda memaksa masuk terlebih dahulu, maka jalan penumpang turun akan terhalang. Ini justru akan memperlambat proses naik turun penumpang.

Biasanya petugas akan menghimbau penumpang untuk memberikan jalan kepada penumpang turun terlebih dahulu. Jadi lebih baik ikuti himbauan petugas.

2. Tidak duduk di bangku semestinya

Di dalam Transjakarta ada berbagai peraturan mengenai bangku penumpang yang harus Anda perhatikan.

Misal ada bangku khusus wanita, bangku prioritas yang biasanya berwarna merah, hingga bagian khusus kursi roda.

Pastikan Anda memahami kondisi pribadi dan memilih bangku yang tepat agar tak merebut hak penumpang lain.

3. Makan, minum, merokok

Aruran mengenai larangan makan, minum, dan merokok selama perjalanan sudah terpampang jelas di dalam armada Transjakarta.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan di dalam Transjakarta agar nyaman bagi seluruh penumpang.

Tak hanya makan, minum, dan merokok, Anda juga dilarang untuk membawa benda-benda berbau menyengat dan hewan peliharaan.

4. Duduk di lantai Transjakarta

Kondisi transjakarta yang penuh dan tak mendapatkan tempat duduk kerap kali membuat sebagian penumpang transjakarta tergoda untuk duduk di lantai atau tangga turun Transjakarta.

Namun hal ini tak boleh Anda lakukan. Duduk di lantai dikhawatirkan akan membuat suasana di dalam transjakarta menjadi tidak tertib dan mengganggu sirkulasi keluar masuknya penumpang.

Jadi lebih baik tahan sebentar. Atau jika kondisi Anda memang tak memungkinkan untuk berdiri, mintalah bangku prioritas pada petugas.

5. Tak memberi bangku pada penumpang prioritas

Pernahkah Anda merasa kesal ketika Anda sudah mendapatkan tempat duduk, namun tiba-tiba ada penumpang lain yang meminta tempat duduk Anda?

Jika ya, lebih baik ada berfikir dua kali sebelum memutuskan untuk marah. Jika kondisi penumpang lain memang lebih membutuhkan tempat duduk lebih baik Anda berikan saja.

Lebih bijak lagi jika Anda tak berpura-pura tidur hingga memasang headset di telinga untuk menghindari penumpang prioritas meminta tempat duduk Anda.

6. Mengobrol atau menelpon dengan suara terlalu keras

Tak ada aturan tertulis yang melarang anda mengobrol atau menelpon di dalam Transjakarta.

Namun, alangkah bijaknya jika Anda memutuskan untuk tak mengobrol atau menelpon dengan suara terlalu keras.

Transjakarta merupakan transportasi publik. Mengobrol atau menelpon terlalu keras bisa saja mengganggu banyak penumpang lainnya.

7. Mendorong penumpang lain

Dalam kondisi penuh sesak, mungkin Anda kerap kali tak sengaja mendorong atau terdorong oleh penumpang lain.

Jika kondisinya memang tak sengaja mungkin tak akan jadi soal. Tapi upayakan Anda tak secara sengaja mendorong penumpang lain untuk mendapatkan posisi berdiri yang nyaman.

Sebisa mungkin carilah tempat berpegangan dan pastikan posisi anda seimbang dan tak mengganggu penumpang lainnya.

Semoga beberapa hal ini jika dilakukan akan membuat perjalanan anda lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.



Close Ads X