Wisatawan Malaysia Paling Banyak Kunjungi Indonesia Tahun 2018

Kompas.com - 02/02/2019, 11:04 WIB
Wisatawan berfoto bersama seorang penari Jaranan Buto Banyuwangi di kawasan perbelanjaan Lot 10, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (3/9/2016). Tarian itu ditampilkan oleh para tenaga kerja Indonesia yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) ini menjadi bagian dari penari yang terlibat dalam ajang Indonesia Street Festival yang digelar Kementerian Pariwisata untuk menarik minat wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia. KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTROWisatawan berfoto bersama seorang penari Jaranan Buto Banyuwangi di kawasan perbelanjaan Lot 10, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (3/9/2016). Tarian itu ditampilkan oleh para tenaga kerja Indonesia yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) ini menjadi bagian dari penari yang terlibat dalam ajang Indonesia Street Festival yang digelar Kementerian Pariwisata untuk menarik minat wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang 2018 wisatawan Malaysia tercatat oleh Badan Pusat Statisik sebagai wisatawan mancanegara paling banyak berkunjung ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Malaysia pada 2018 mencapai 2,5 juta kunjungan (15,83 persen).

Jumlah tersebut bahkan mengalahkan wisatawan asal China yang merajai kunjungan ke Indonesia pada 2017. Ada 2,14 juta wisatawan asal China atau memiliki persentase13,52 persen yang datang ke Indonesia sepanjang 2018.

Baca juga: PT KA Pariwisata Incar Turis Malaysia

Sebagai negara serumpun dan bertetangga, Indonesia dan Malaysia memang bertukar wisatawan. Jika ditilik, ada banyak pintu masuk wisawatan Malaysia jika dibanding dengan wisatawan negara lain. Bisa melalui jalur udara, laut, juga darat.

BPS bahkan mencatat jika terjadi  peningkatan cukup besar akan jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk darat, terutama dari pintu masuk Entikong, Kalimantan Barat.

Baca juga: Turis Malaysia Suka Pantai dan Kuliner Banyuwangi

Kenaikan wisatawan yang masuk dari jalur yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia ini mencapai 129,72 persen pada Desember 2018, jika dibanding November 2018.

Wisatawan di Museum Tsunami Aceh, Rabu (21/10/2015).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Museum Tsunami Aceh, Rabu (21/10/2015).
Preferensi Wisatawan Malaysia

Destinasi wisata berbasis alam dan kampung tematik menjadi kesukaan wisatawan Malaysia saat berlibur. Salah satu agen wisata yang ada di Malaysia, Right Travel menyebutkan wisatawan Malaysia yang menggunakan jasanya, sebanyak 60 persen mengunjungi Indonesia untuk destinasi luar negeri.

"Rata-rata wisata alami. Seperti Jawa ada Yogyakarta, lebih kepada alam. Karena di Malaysia lebih kepada bangunan. Jadi kalau ada yang alami jadi unik," ungkap Operation Manager (Indonesian Market) Right Time Travel, Mohammad Shafiq dalam Ngalam Travel Mart 2018 di Kota Malang, Selasa (13/11/2018).

Lombok dan Raja Ampat juga disukai oleh wisatawan Malaysia selama berilibur di Indonesia. Selain itu banyak pula wisatawan Malaysia yang berlibur di daerah Sumatera.

Khususnya daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau yang terbilang dekat dengan Malaysia.

Kesenian Gendang Beleq dari Lombok.Kompas.com/Silvita Agmasari Kesenian Gendang Beleq dari Lombok.
Pemandu wisata dari operator perjalanan "Keliling Aceh", Hasbi Azhar menyebutkan jika wisatawan Malaysia juga doyan berwisata kuliner dan belanja saat berwisata di Aceh.

"Dia (turis Malaysia) hampir punya masakan sama seperti kami (Aceh). Sesama rumpun Melayu. Ada masakan yang gak ada (di Malaysia), dia coba makan semua," kata Hasbi saat ditemui di Banda Aceh, Kamis (30/11/2017).

Saat Ramadan tiba, wisatawan Malaysia juga gemar berwisata religi ke masjid-masjid di Indonesia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X