Mancing Ikan di Sini Bisa Dipenjara atau Didenda Rp 6 Juta

Kompas.com - 09/02/2019, 11:48 WIB
Sendang Lele di Sukoharjo yang lelenya dikeramatkan dan dilarang untuk diambil atau dipancing.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Sendang Lele di Sukoharjo yang lelenya dikeramatkan dan dilarang untuk diambil atau dipancing.

SUKOHARJO, KOMPAS.com – Aktivitas memancing ikan memang digemari banyak orang. Terlebih jika berhasil mendapat ikan, maka selain puas hasil pancingan pun bisa disantap.

Salah satu ikan yang cukup digemari oleh masyarakat Tanah Air adalah lele. Mereka yang gemar memancing di air tawar kemungkinan bisa mendapatkan ikan ini. Lele memang kerap menghiasi daftar menu di berbagai rumah makan.

Baca juga: Direnovasi, Wisata Batu Seribu Sukoharjo Segera Bangkit Kembali

Namun tentu saja memancing ikan tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Ada beberapa tempat yang menerapkan larangan memancing atau menangkap ikan. Salah satunya ada di Kabupaten Sukoharjo, yakni Sendang Lele.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, ancaman hukuman pidana atau denda sebesar 6 juta rupiah siap menanti mereka yang nekat memancing atau mengambil ikan dari kolam ini.

Sendang Lele berlokasi di Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dari Kota Sukoharjo, jarak tempuhnya sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih setengah jam.

Lele Keramat yang Melimpah

Seperti namanya, memang terdapat banyak ikan lele di Sendang Lele ini. Guna semakin memunculkan identitas sendang ini, masyarakat setempat telah membangun kolam khusus dengan patung lele di tengahnya.

Menurut sesepuh desa yang disapa Mbah Kijo ketika ditemui Kompas.com, Sabtu (26/1/2019), ikan lele yang ada di Sendang Lele ini dulunya muncul secara alami dari dalam bumi.

“Zaman dulu, alami, jumlah lelenya banyak sekali,” ujar dia.

Ia melanjutkan jika sekarang lele alami hanya tinggal tiga. Sementara lele lainnya sengaja ditambahkan ke dalam kolam. Namun tetap saja ikan lele di sendang ini tidak boleh diambil atau dipancing.

Baca juga: Sensasi Mendaki Gunung di Sepikul, Sukoharjo

Mitosnya, ikan lele di sini merupakan kepunyaan dari penguasa kawasan sendang tersebut. Masyarakat setempat meyakini jika ada yang mengambil lele, maka hal itu akan mendatangkan bencana.

Hal itu merupakan latar belakang masyarakat setempat membuat peraturan guna melarang siapa pun yang akan mengambil, memancing, atau mengganggu ikan lele di sana.

Patung Lele di Tengah Sendang Lele, Sukoharjo.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Patung Lele di Tengah Sendang Lele, Sukoharjo.
“Ada yang mengganggu, ada yang memancing, ada yang mengambil ya itu, kalau sampai ketahuan warga ya itu, dikenakan denda atau dipidana,” ujar Mbah Kijo dengan bahasa Jawa krama.

Sendang ini juga banyak didatangi orang dari berbagai penjuru daerah. Mereka kebanyakan datang untuk mengambil air dari pancuran yang ada di samping kolam.

Sebenarnya tidak ada mitos atau keyakinan tertentu mengenai air itu. Namun air di Sendang Lele memang bersih. Jika sumber air lainnya biasanya bercampur kapur, maka di sini airnya jernih.

Biasanya pengunjung paling banyak datang ketika malam satu suro. Tidak ada ritual khusus yang ditujukan bagi pengunjung. Namun ada satu aturan, yakni dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau gadung karena menyerupai pakaian yang dikenakan penguasa sendang.

Petilasan atau tempat singgah Pangeran Sambernyawa di Sendang Lele ketika berjuang melawan Belanda.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Petilasan atau tempat singgah Pangeran Sambernyawa di Sendang Lele ketika berjuang melawan Belanda.
Sementara itu di kawasan sendang juga terdapat situs peninggalan sejarah. Diyakini di sinilah dahulu Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I menyusun strategi perang melawan kolonial Belanda.

Di Sendang Lele ini ia turut dibantu oleh Ki Truno. Oleh karena itu, Sendang Lele ini juga kerap disebut Sendang Ki Truna Lele.

Selain itu, Sendang Lele yang berada di kaki Gunung Gajah Mungkur ini juga berdekatan dengan destinasi wisata Sukoharjo lain, yakni Gunung Sepikul dan Batu Seribu.




Close Ads X