Jangan Pakai Sandal Hotel ke Luar Kamar, dan 6 Etika Menginap di Hotel

Kompas.com - 10/02/2019, 10:04 WIB
Ilustrasi hotelwhyframestudio Ilustrasi hotel

JAKARTA, KOMPAS.com — Hotel, meskipun terkesan mengutamakan privasi, tetapi sebenarnya tetap tempat umum. Ketika keluar dari kamar, tamu akan bertemu dengan staf hotel dan sesama tamu.

Untuk itu, menginap di hotel juga butuh etika. Sikap yang tidak beretika dapat mengganggu kenyamanan tamu lain dan menghambat kerja staf hotel. Berikut adalah tujuh etika untuk menginap di hotel:

1. Jangan Pakai Sandal Hotel ke Luar Kamar

Banyak orang Indonesia yang menginap di hotel lantas beraktivitas di sekitar hotel bahkan keluar hotel menggunakan sandal kamar. Selain tidak enak dipandang, sebenarnya menggunakan sandal hotel ke luar kamar dianggap tidak sopan, apalagi jika di luar negeri.

Sandal hotel dirancang tipis dengan bahan lembut yang cocok untuk lantai karpet atau menghalau dingin ubin di kamar, bukan untuk beraktivitas. Gunakanlah sandal atau sepatu milik Anda sendiri jika ingin ke luar kamar.

2. Bersikap Sopan terhadap Staf Hotel

Staf hotel khususnya bagian front desk paling banyak menemui beragam tamu. Bersikaplah profesional dan tetap ramah kepada staf hotel, seletih apa pun Anda ketika sampai dan harus check in ke hotel.

Seorang staf front desk dari Boston University’s School of Hospitality Administration mengtakan, "Semakin ramah tamu, semakin banyak keuntungan yang akan mereka dapatkan."

3. Tahu Barang yang Boleh Dibawa Pulang

Ketahui barang-barang di hotel yang boleh dibawa pulang seperti sandal, sampo, sabun, dan sikat gigi. Jangan membawa pulang benda yang tidak boleh dibawa pulang karena Anda bisa dianggap mencuri dan dikenai sanksi oleh pihak hotel.

4. Jangan Membawa Makanan Berbau

Hotel punya peraturan melarang tamu untuk membawa makanan berbau, contohnya durian. Taati peraturan ini karena selain Anda dapat terkena denda, bau makanan tersebut dapat mengganggu kenyamanan tamu lain.

Halaman:



Close Ads X