Pentingnya Kode Keselamatan dalam Wisata Petualangan

Kompas.com - 20/03/2019, 21:10 WIB
Wisatawan berfoto di dalam Goa Kristal di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keindahan air yang berwarna biru muda dan tua di Goa Kristal siap memikat wisatawan yang datang.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan berfoto di dalam Goa Kristal di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keindahan air yang berwarna biru muda dan tua di Goa Kristal siap memikat wisatawan yang datang.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa di antara Anda yang menyukai wisata petualangan? Apalagi Indonesia punya banyak daya tarik wisata alam.

Oleh sebab itu, agar wisata petualangan tetap berkualitas, tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus dan tata kelola pariwisata petualangan yang berstandar dunia.

Untuk mencapai hal tersebut Kementerian Pariwisata menginisiasi pembentukan safety code wisata petualangan yang disusun bersama dengan stakeholder terkait.

Sekelompok pendaki tengah menikmati suasana petang di campsite Gajahan, Gunung Sumbing via Bowongso, Wonosobo, Jawa Tengah.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Sekelompok pendaki tengah menikmati suasana petang di campsite Gajahan, Gunung Sumbing via Bowongso, Wonosobo, Jawa Tengah.

Asdep Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata, Alexander Reyaan mengatakan safety code ini sangat penting untuk keberlangsungan industri wisata petualangan, mengingat tingginya faktor risiko dalam kegiatan wisata petualangan.

“Harapannya dengan adanya suatu pedoman safety code, dapat menjadi panduan untuk para pelaku industri wisata petualangan dalam meminimalisir risiko sehingga dapat terwujud kegiatan wisata petualangan yang aman, selamat dan nyaman bagi wisatawan,” kata Alexander dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Dari FGD yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, menghasilkan tiga rancangan safety code.

Pertama adalah wisata petualangan pendakian gunung yang disebut “Good Plan, Good Action, Go To The Peak”.

Dalam hal ini pemandu dan wisatawan pendakian gunung harus merencanakan perjalanannya dengan baik dan matang, serta melaksanakannya dengan disiplin dan tanggung jawab.

Tujuanya agar kegiatan wisata pendakian gunung yang aman, selamat dan nyaman.

Hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter difoto menggunakan drone, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.  KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter difoto menggunakan drone, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.

Kedua, rancangan safety code wisata petualangan penelusuruan gua dengan istilah karst yang terdiri dari 5 aspek yaitu aspek pelaku, alam dan konservasi, manajemen dan keselamatan , pelayanan serta hukum dan sosial.

Ketiga adalah rancangan safety code wisata pemanjatan tebing dan aktivitas tali temali dengan istilah akronim CLIMB yang berarti Competence, Location, Information, Management and Behaviourism.

Adapun rancangan safety code tersebut nantinya akan dimatangkan kembali dengan juklak juknis pelaksanaannya sehingga menjadi pedoman para praktisi pariwisata petualangan dalam menerapkannya.



Close Ads X