Parade Seribu Garuda Siap Digelar di Ende

Kompas.com - 11/04/2019, 15:01 WIB
Parade Kebangsaan di Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/6/2015), digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Tampak Wakil Bupati Ende, Djafar Achmad (tengah, berpeci) di Pantai Bung Karno usai mengikuti parade laut dari Pulau Ende.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Parade Kebangsaan di Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/6/2015), digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Tampak Wakil Bupati Ende, Djafar Achmad (tengah, berpeci) di Pantai Bung Karno usai mengikuti parade laut dari Pulau Ende.

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Djafar Ahmad, mengatakan, pihaknya akan menggelar Parade Seribu Garuda.

Menurut Djafar, parade itu digelar mulai tahun 2019 ini untuk menyambut hari lahirnya Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Djafar mengatakan, Parade Seribu Garuda akan digelar setiap tahun untuk melengkapi kegiatan Parade Kebangsaan di Kota Ende yang juga digelar setiap tahun sejak 2014.

"Parade Seribu Garuda ini digelar untuk memperkuat pesan tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia lahir di Kota Ende," kata Djafar kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Pancasila, Teringat Bung Karno dan Kota Ende

Pancasila, menurut Djafar, lahir melalui ilham yang didapatkan Presiden RI pertama Soekarno ketika menjalani masa pengasingan di Kota Ende pada tahun 1934-1939 silam.

Parade Seribu Garuda, lanjut Djafar, digelar untuk melengkapi kegiatan Parade Kebangsaan yang dimulai dari laut atau dari Pulau Ende, menuju Kota Ende, Pulau Flores.

Rumah Pengasingan Bung Karno di kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/9/2018).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Rumah Pengasingan Bung Karno di kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/9/2018).
Djafar menjelaskan, parade laut sebagai simbol kedatangan Bung Karno untuk menjalani massa pengasingannya dan akan disambut di darat dengan Parade Seribu Garuda.

"Kita ingin terus memperkuat makna Pancasila sebagai ikon utama wisata sejarah di Ende," ujar Djafar.

Djafar berharap dengan menonjolkan pesan Pancasila ini dapat menambah semarak kegiatan pariwisata di Ende, yang tentunya berdampak pada arus kunjungan wisatawan semakin tinggi.




Close Ads X