Siap-siap! Bandara Internasional Yogyakarta Akan Beroperasi 29 April 2019

Kompas.com - 21/04/2019, 19:08 WIB
Bandara Internasional Yogyakarta.Dokumentasi PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta.

KOMPAS.com – Sebentar lagi Yogyakarta akan memiliki Bandara Internasional. Pasalnya progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta nyaris mencapai 100 persen dan akan mulai beroperasi pada 29 April 2019.

Sementara progres proyek keseluruhan bandara termasuk penerbangan doestik ditargetkan rampung akhir 2019 mencapai 47 persen.

Untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, PT Angkasa Pura I (Persero) akan melakukan serangkaian simulasi terkait operasional bandara tersebut. Kegiatan ini akan diadakan sejak 20 hingga 26 April 2019 mendatang.

"Simulasi ini untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjelang dioperasikannya Bandara Internasional Yogyakarta. Hal ini mengingat tingginya trafik penerbangan di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Bandara Soetta Diklaim Sejajar dengan Terminal Penerbangan Kelas Dunia

Rangkaian simulasi tersebut akan menguji sejumlah aspek. Mulai dari moda transportasi penunjang dari dan ke bandara hingga kelayakan infrastruktur penunjang pelayanan bandara.

Faik menambahkan, rangkaian simulasi mencakup aspek keamanan bandara oleh Komite Keamanan Bandara (Airport Security Committee) pada 20 April 2019, simulasi operasional lapangan pada 24 April 2019, evaluasi simulasi pengoperasian bandara pada 25 April 2019, dan simulasi gabungan pengoperasian bandara bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti transportasi darat, maskapai penerbangan, petugas imigrasi, dan lainnya  yang akan dilakukan pada 26 April 2019. 

“Pada 22 April 2019 juga akan dilaksanakan penilaian potensi gangguan dan risiko atau Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) oleh maskapai dan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta table top exercise operasi bandara pada 23 April 2019,” lanjutnya.

Masjid Agung di Bandara Internasional Yogyakarta.Dokumentasi PT Angkasa Pura I Masjid Agung di Bandara Internasional Yogyakarta.

Sementara itu, menurut Faik, permintaan slot penerbangan untuk Bandara Adisutjipto Yogyakarta masih tinggi. Dengan dialihkannya penerbangan internasional dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta maka permintaan slot penerbangan tersebut dapat diakomodir.

"Aspek keselamatan juga dapat lebih terjamin karena panjang landas pacu Bandara Internasional Yogyakarta sepanjang 3.250 meter lebih panjang dari runway Bandara Adisutjipto," imbuh Faik.

Ia melanjutkan, terkait kesiapan moda transportasi pendukung, akan dilakukan uji coba pada 24 April 2019 saat dilakukan simulasi operasional.

Transportasi tersebut itu antara lain bus Damri, taksi, kereta api, dan kendaraan pribadi. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui waktu tempuh calon penumpang pesawat udara dari titik keberangkatan di Yogyakarta dan luar Yogyakarta menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

Kemudian pada 26 April 2019 akan disimulasikan pergerakan penumpang dari dalam dan luar kota hingga proses keberangkatan di terminal keberangkatan.

“Pada simulasi inilah infrastruktur dan layanan yang ada di bandara akan diuji. Peserta simulasi akan melakukan proses check-in, pengurusan imigrasi, memasuki lounge keberangkatan, melalui garbarata, sampai masuk ke pesawat. Dalam simulasi gabungan 26 April 2019 juga akan dilakukan pendaratan pesawat,” pungkasnya.




Close Ads X