6 Kuliner Khas Gunungkidul, Cocok Diburu saat Mudik

Kompas.com - 27/05/2019, 07:00 WIB
ilustrasi soto ayamShutterstock ilustrasi soto ayam


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pulang kampung alias mudik atau berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pasti ingin mencicipi makanan khas yang ada.

Untuk pemudik dan wisatawan bisa mencoba berbagai makanan khas yang bisa ditemui di beberapa tempat. Adapun makanan khas yang wajib dicoba saat berkunjung ke Gunungkidul.

1. Soto ayam

Untuk menemukan makanan yang masuk dalam rekomendasi wisata kuliner ini cukup mudah. Karena berada di Jalan Yogyakarta-Wonosari tepatnya di Desa Logandeng.

Ada dua warung makan yang menyediakan soto dengan kuah bening ini, satu berada di timur Bulog, dan di sebelah baratnya.

Harganya pun cukup murah dengan Rp 10.000 sudah bisa mencicipi kesegaran soto. Penjual juga menyediakan beraneka ragam lauk potongan ayam dan gorengan.

2. Sate ayam kampung

Sate ayam kampung mbah Noto Taman di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Sate ayam kampung mbah Noto Taman di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).

Sejak tahun 1963, Noto Taman, berjualan sate yang dulunya merupakan terminal kabupaten Gunungkidul ini, dan saat ini berubah menjadi taman parkir untuk masyarakat yang akan berbelanja di Pasar Argosari.

Warung kecil berukuran 4x5 meter ini merupakan saksi perjalanan kuliner sejak puluhan tahun lalu.

Noto Taman (73) mengaku sejak buka pertama tahun 1963 belum pernah menggunakan ayam broiler. Harganya Rp 23.000 termasuk minumnya.

3. Belalang goreng

Sukir dan Suliani Menjajakan Belalang Goreng di Jalan Yogyakarta-Wonosari tepatnya di Hutan Tleseh, PlayenKOMPAS.com/Markus Yuwono Sukir dan Suliani Menjajakan Belalang Goreng di Jalan Yogyakarta-Wonosari tepatnya di Hutan Tleseh, Playen

Makanan khas Gunungkidul satu ini seolah menjadi menu wajib bagi pemudik maupun pelancong. Untuk mendapatkan makanan khas ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh khas Gunungkidul.

Selain itu bisa ditemukan di sekitar Hutan Tleseh, Playen. Dengan harga per toplesnya Rp 25.000, Anda bisa menikmati gurihnya belalang goreng.

4. Sayur Lombok Ijo dan Nasi Merah

Warung tradisional menyediakan dua makanan khas ini. Seperti di Warung Jirak, Semanu. Atau warung makan bu Sudar di Jeruksari, Wonosari.

Selain itu, Juga mudah ditemui di warung makan tradisional atau pasar tradisional di wilayah Gunungkidul.

5. Glinding Burung Dara

Satu makanan khas Gunungkidul ini maemang saat ini sulit ditemui karena tak banyak yang menjualnya.

Saat ini di beberapa lokasi pasar tradisional seperti Pasar Argowijil, Wonosari. Harganya cukup murah, hanya Rp 2000 perbuahnya. Jika belum mengetahui glinding burung dara berasal dari daging burung dara, ditambah bumbu dan campuran kelapa parut.

6. Tiwul Manis dan Nasi Tiwul

Tiwul identik dengan makanan warga Gunungkidul. Dulu era 1960 an sampai 1970-an masih banyak masyarakat mengkonsumsi tiwul untuk pengganti beras.

Saat ini nasi tiwul biasanya ditemukan di pasar tradisional. Untuk tiwul manis ada berbagai varian.

Yang paling terkenal Tiwul Yu Tum yang berada di pusat kota Wonosari.

7. Bakmi Jawa

Bakmi Jawa Pak Pele berada di pojok timur bagian selatan Alun-alun Utara Yogyakarta, atau tepatnya di depan SD Keputran. Warung Bakmi Pele ini mulai buka dari pukul 17.30 sampai malam hari.TRIBUN JOGJA/HAMIM THOHARI Bakmi Jawa Pak Pele berada di pojok timur bagian selatan Alun-alun Utara Yogyakarta, atau tepatnya di depan SD Keputran. Warung Bakmi Pele ini mulai buka dari pukul 17.30 sampai malam hari.

Cukup mudah mendapatkan makanan bakmi jawa ini cukup mudah. Hampir di setiap pelosok desa pasti ada pedagang bakmi.

Salah satu wilayah yang paling banyak di Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, disana dikenal dengan penjual bakmi jawa. Untuk bakmi goreng cenderung manis.

Sementara untuk bakmi rebus cenderung gurih. Untuk harga dari Rp 12000, sampai Rp 13.000 per porsi.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X