Kompas.com - 23/06/2019, 17:31 WIB

KOMPAS.com – Kebiasaan menonton bioskop di Jakarta telah berlangsung sejak tahun 1950. Saat itu belum banyak bioskop yang berdiri di Jakarta. Mayoritas bioskop yang ada di Ibu Kota merupakan peninggalan pemerintahan Belanda sehingga namanya pun menggunakan istilah asing.

Tak hanya namanya yang unik, dalam bukunya yang berjudul Jakarta 1950-1970, Firman Lubis menyebut pada saat itu kursi untuk menonton bioskop juga memiliki pembagian kelas yang unik.

“Menonton bioskop ada kelas-kelasnya pada 1950-an. Tidak seperti sekarang, depan belakang semua sama. Harga karcis untuk masing-masing kelas pun berbeda,” ujar Firman dalam bukunya.

Baca juga: 14 Bioskop di Jakarta yang Terkenal Tahun 1950-an

Saat itu ada kelas ketiga yang sering disebut kelas kambing. Kursi kelas kambing merupakan kursi yang berada di dretan paling depan. Tentunya sangat tak nyaman menyaksikan tayangan bioskop dengan layar sangat lebar di posisi tersebut.

Untuk kursi kelas kambing ini penonton harus membayar sebesar satu rupiah.

“Lalau kelas dua stalles namanya yang letaknya di tengah sebesar satu setengah rupiah kalau tidak salah. Sedangkan kelas satu loge namanya di deretan kursi paling belakang sebesar dua setengah rupiah,” lanjut Firman.

Selain itu, ada beberapa bioskop yang menyediakan kelas balkon. Kursi kelas balkon biasanya berada di lantai atas bagian belakang. Harga tiketnya sekitar tiga rupiah.

Baca juga: 7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta

Tak hanya harganya yang berbeda, jenis kursi di setiap kelas pun disesuaikan. Kursi di kelas kambing dan di kelas dua umumnya kursi kayu atau rotan biasa. Sedangkan di loge dan balkon diberi jok karet busa.

“Kalau menonton di kelas kambing kepala harus mendongak ke atas saking dekatnya dengan layar. Apalagi mulai pertengahan tahun 1950-an digunakan layar cinemascope. Selesai menonton kepala sering pusing karena mata harus berkontraksi dan leher pegal,” cerita Firman.

Tak hanya posisinya yang tak nyaman, Firman menyebut kursi di kelas kambing juga sangat tidak bersih. Ia mengaku sering menemui kutu busuk atau saat itu disebut kepiding di sana.

“Apalagi kalau di bioskop-bioskop murahan, kita harus bawa koran sebagai alas untuk mengurangi serbuan kutu busuk,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Promo Ulang Tahun Tiket.com, Ada Diskon sampai Rp 1,1 Juta

Promo Ulang Tahun Tiket.com, Ada Diskon sampai Rp 1,1 Juta

Travel Promo
Pengalaman Nikmati Kuliner di Marawa Beach Club, Wisata Baru di Padang

Pengalaman Nikmati Kuliner di Marawa Beach Club, Wisata Baru di Padang

Jalan Jalan
Gunung Raung Sempat Meletus, Pendakian Ditutup Saat 17 Agustus 2022

Gunung Raung Sempat Meletus, Pendakian Ditutup Saat 17 Agustus 2022

Travel Update
Ekspedisi Bengawan Solo di Lamongan Disambut Gelaran Jazz Festival

Ekspedisi Bengawan Solo di Lamongan Disambut Gelaran Jazz Festival

Jalan Jalan
Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.