Kompas.com - 23/06/2019, 18:10 WIB

KOMPAS.com – Bagi kamu warga Jakarta, kini menonton film di bioskop bukan perkara yang sulit. Tiket nonton dapat dipesan via online dengan harga terjangkau, kemudian kita tinggal datang ke gedung bioskop yang kita inginkan.

Tak hanya mudah, fasilitas yang tersedia di bioskop juga sangat nyaman. Kursi-kursi empuk, tempat yang bersih, hingga layar bioskop yang sangat berkualitas. Untuk mendapatkan sensasi lain saat menonton, saat ini kamu bisa mengunjungi bioskop-bioskop yang menawarkan teknologi 3D hingga 4DX.

Namun tahukah kamu, puluhan tahun yang lalu bioskop tak senyaman saat ini. Di tahun 1950-an, bioskop yang tersedia di Jakarta sangatlah terbatas jumlah dan fasilitasnya. Kebanyakan bioskop merupakan gedung-gedung peninggalan pemerintah Belanda yang ala kadarnya.

Selain mengenal gedung bioskop peninggalan Belanda, ternyata masyarakat Jakarta saat itu juga menonton film-film di bioskop-bioskop rakyat, bahkan ada yang disebut misbar. Misbar merupakan singkatan dari gerimis bubar.

Baca juga: 14 Bioskop di Jakarta yang Terkenal Tahun 1950-an

Dalam buku berjudul Jakarta 1950-1970 karya Firman Lubis, saat itu bioskop rakyat yang cukup terkenal adalah Bioskop Ratna dan Bioskop Gembira. Masing-masing terletak di ujung Jalan Kawi yang merupakan perbatasan antara daerah gedongan dan kampung di Guntur.

“Bioskop Ratna ini tidak beratap, berdinding papan dan gedek yang lebih merupakan pembatas setinggi 2-3 meter, dan berlantai tanah. Karena tidak beratap atau open kap,  pertunjukan hanya tanyang di malam hari,” ujar Firman dalam bukunya.

Ada dua kali pertunjukan di Bioskop Ratna, yaitu pada pukul 19.00 dan 21.00 WIB.

“Nah kalau hujan turun di tengah pertunjukan, maka pertunjukan pun bubar dengan sendirinya alias misbar, gerimis bubar,” lanjutnya.

Baca juga: 7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta

Jika pertunjukan bubar karena hujan, penonton boleh datang kembali keesokan harinya dengan membawa karcis yang sama. Harga karcis untuk menonton di bioskop ini sebesar Rp 1 tanpa dibedakan kelas. Harga ini cukup mahal untuk masyarakat kelas bawah kala itu.

Yang menarik, penonton biasanya tak hanya menonton film di dalam bioskop. Namun ada juga yang memanjat pohon hingga menaiki atap agar lebih jelas menonton film.

Berbeda dengan Bioskop Ratna, Bioskop Gembira memiliki fasilitas lebih baik. Gedung bioskop memiliki atap, jadi pertunjukan dapat dilakukan tiga kali dalam sehari.

“Tempat duduk di kedua bioskop ini hanya papan panjang biasa, tanpa nomor kursi, tanpa sandaran. Sehabis menonton pinggang cukup pegal,” ujar Firman.

Film yang diputar di bioskop rakyat bukanlah film baru. Biasanya film-film itu telah diputar terlebih dahulu di gedung-gedung bioskop mahal. Meski demikian bioskop rakyat tetap digemari masyarakat kelas bawah saat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.