Dark Tourism, Saat Tempat Bencana Jadi Tren Wisata

Kompas.com - 28/06/2019, 15:09 WIB
Kota Chernobyl di Ukraina. TelegraphKota Chernobyl di Ukraina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu tentu tak asing dengan berita wisatawan selfie di tempat bekas bencana seperti Banten yang dihempas tsunami pada 2018. Tindakan wisatawan tersebut menjadi sorotan, lantaran dianggap tidak pantas untuk selfie di tempat bekas bencana.

Nyatanya bukan cuma di Indonesia, berwisata ke tempat bekas bencana kini semakin marak di dunia. Salah satu tren wisata terkini adalah berkunjung ke Chernobyl dan Kota Pripyat, lokasi kebocoran reaktor nuklir pada 1986 di Ukraina. Tren ini muncul karena serial film yang mengangkat kisah nyata Chernobyl di saluran TV berbayar, HBO. Konsep wisata ini kerap disebut sebagai dark tourism.

Sampai sekarang dark tourism sebenarnya mengalami pro dan kontra. Terlebih di zaman media sosial, banyak wisatawan yang tampak bangga berfoto dengan latar lokasi bekas bencana.

Sejarah dan istilah 'dark tourism'

Untuk lebih jelas istilah dark tourism atau wisata di lokasi bekas bencana sebenarnya muncul pada 1990-an. Istilah ini muncul dari para pelajar yang meneliti kaitan wisatawan yang berkunjung ke bekas tempat kejadian pembunuhan Presiden John F. Kennedy.

Istilah dark tourism juga punya nama lain yakni thanatourism yang diserap dari kata Yunani, thanatos berarti kematian atau pariwisata berkabung.

Baca juga: Chernobyl, dari Bencana Nuklir sampai Tempat Wisata

Jauh sebelum Chernobyl, lokasi bekas tsunami Banten, lokasi bekas pembunuhan John F. Kennedy, atau kamp konsentrasi Auschwitz, dark tourism ini ternyata sudah dilakukan wisatawan sejak tahun 1700-an.

Kala itu Kota Pompeii dari Romawi yang terkubur abu karena letusan gunung api pada 79 menjadi destinasi favorit wisatawan. Bahkan tiga abad setelahnya, Pompeii masih menjadi destinasi terkenal dari Italia.

Head of Torusim di Althone Institute of Technology, Tony Johnston menjelaskan
beberapa wisatawan berkunjung ke lokasi bekas bencana karena sedang berlibur di kawasan tersebut. Beberapa memiliki hasrat di bidang sejarah, ada juga yang mencari rasa ngeri hanya untuk kesenangan.

Tampak salah satu villa rusak berat pasca dihempat tsunami di Pesisir pantai di Kabupaten Serang, Banten, Senin (24/12/2018).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Tampak salah satu villa rusak berat pasca dihempat tsunami di Pesisir pantai di Kabupaten Serang, Banten, Senin (24/12/2018).

"Seringkali intensi para pengunjung untuk belajar mengenai kekejaman atau masa yang gelap memiliki manfaat. Itu dapat menjadi refleksi apa yang salah di masa lalu dan pelajaran untuk di masa mendatang, agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi," jelas Johnston.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN Travel
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X