Udara yang Sangat Dingin dan 4 Mitos Lain tentang Selandia Baru

Kompas.com - 16/07/2019, 17:07 WIB
Campervan di Selandia Baru. Dok. Tourism New ZealandCampervan di Selandia Baru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selandia Baru dapat menjadi pilihan destinasi untuk berlibur yang berbeda dari biasa. Jika kamu mempertimbangkan untuk mengunjungi Selandia Baru tetapi masih khawatir dengan beberapa mitos tentang perjalanan ke negara tersebut, Tourism New Zealand memberi penjelasan seputar wisata di rumah para Hobbit ini:

1. Sulit untuk menjelajahi Selandia Baru

Selandia Baru memiliki bentangan alam yang beragam, mulai dari pantai hingga puncak gunung bersalju. Hal ini mungkin menimbulkan persepsi pada sebagian orang bahwa berkeliling Selandia Baru akan cukup merepotkan.

Pada kenyataannya, Selandia Baru telah mengintegrasikan transportasi umum mereka, terutama di kota-kota besar seperti Auckland dan Wellington. Kamu dapat menaiki seluruh transportasi umum, seperti kereta atau kapal feri hanya dengan menggunakan kartu prabayar, seperti AT HOP dan Snapper.

Kartu tersebut dapat dibeli dengan mudah secara daring ataupun luring di toko serba ada dan terminal. Pembayaran dengan kartu juga lebih murah jika dibandingkan dengan membayar secara tunai. Tidak perlu khawatir membuang waktu karena sebagian besar transportasi umum di Selandia Baruberangkat setiap 10 menit.

Cara lain untuk menikmati Selandia Baru secara maksimal adalah dengan naik kereta TransAlpnie. Transportasi antar kota ini memungkinkan kita untuk dapat melakukan perjalanan sambil menikmati pemandangan menakjubkan di bagian selatan bumi tersebut.

Wellington Chocolate Factory di Selandia Baru. Dok. Tourism New Zealand Wellington Chocolate Factory di Selandia Baru.

2. Wisata di Selandia Baru hanya terdiri dari petualangan ekstrem

Selandia Baru memang sering dikenal sebagai tempat terbaik untuk melakukan kegiatan petualangan alam bebas. Namun negara ini memiliki banyak hal lain yang bisa dinikmati, mulai dari kegiatan yang memacu adrenalin hingga kegiatan santai.

Jika kamu ingin melakukan kegiatan yang lebih santai, berlayar dengan The Dream Cruises bisa menjadi pilihan. Kapal pesiar ini dapat memanjakan Anda dengan berbagai pilihan makanan, fasilitas kecantikan dan kesehatan, berbagai jenis hiburan, olahraga, dan tak ketinggalan juga rekreasi. Semuanya bisa dilakukan sambil menikmati pemandangan memukau di Selandia Baru.

Pengalaman menarik lain yang dapat dicoba adalah mengunjungi Wellington Chocolate Factory untuk melihat secara langsung seluruh proses pembuatan coklat, mulai dari biji hingga menjadi coklat yang lezat. Anda juga dapat memesan tur untuk berwisata coklat sambil mencoba semua coklat yang diproduksi.

3. Suhu di Selandia Baru sangat dingin

Berlokasi di belahan bumi bagian selatan, Selandia Baru memiliki jenis iklim yang berbeda. Musim panas dimulai pada akhir tahun, sementara musim dingin pada pertengahan tahun.

Suhu di bulan Januari dan Februari adalah yang paling hangat, sementara bulan Juli adalah saat-saat terdingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan cuaca tropis, disarankan untuk mengenakan satu mantel hangat atau beberapa helai baju.

Sementara saat Musim Semi dan Musim Panas, sebagian besar orang di Selandia Baru menikmati matahari yang cerah sambil menaiki kayak ditemani lumba-lumba dan anjing laut di Kaikoura, atau menikmati angin sepoi-sepoi di Central Park Wellington.

Hangi, aneka bahan makanan dimasak dengan cara tradisional khas Maori. Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Hangi, aneka bahan makanan dimasak dengan cara tradisional khas Maori.

4. Tidak banyak pilihan makanan

Diberkahi dengan berbagai keindahan alam, Selandia Baru menawarkan banyak variasi makanan laut kelas dunia. Anda dapat menikmati berbagai hidangan laut, mulai dari udang karang hingga tiram, di mana saja.

Salah satu tempat makan hidangan laut yang paling populer adalah Nin's Bin di Kaikoura. Kedai makan yang terkenal karena terletak di pinggir pantai ini, menyajikan lebih dari 5,5 ton udang karang per tahun.

Selain kelezatan hidangan lautnya, jangan sampai melewatkan makanan tradisional suku Maori. Seperti Hangi, yaitu makanan berisi ikan, ayam, dan Kumara (ubi manis), yang dimasak di lubang dalam tanah.

Untuk dapat merasakan langsung kemeriahan pesta suku Maori dan mengenal budaya mereka, Anda bisa memesan paket wisata di Whakarewarewa, sebuah Desa Maori yang menyajikan makan siang tradisional Hangi dan pertunjukan budaya Maori.

Kereta TransAlpnie di Selandia Baru. Dok. Tourism New Zealand Kereta TransAlpnie di Selandia Baru.

5. Harus bepergian jauh dari satu tempat ke tempat lain

Selandia Baru memiliki dua pulau utama yang terletak di wilayah barat daya Samudra Pasifik. Meskipun menjadi salah satu negara yang berlokasi di ujung selatan dunia, wisatawan Indonesia hanya membutuhkan sekitar 7 jam 30 menit untuk terbang dari Denpasar ke Auckland dengan Emirates atau Air New Zealand.

Kamu bahkan dapat menjelajahi kedua pulau di Tanah Awan Putih Panjang ini, dalam satu perjalanan saja. Dengan berkendara selama delapan jam, Anda dapat mengunjungi Taman Nasional Abel Tasman yang terkenal di Southern Island menuju ibu kota Wellington di Northern Island.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X