Sejumlah Biro Perjalanan Minta BMKG Nyatakan Kepulauan Seribu Aman dari Potensi Tsunami

Kompas.com - 02/08/2019, 23:29 WIB
Perahu yang disewakan untuk wisatawan melintas di kawasan pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (9/6/2016). Sektor pariwisata di Kepulauan Seribu terus berkembang dan menghadirkan mata pencarian bagi warga kepulauan tersebut. 
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Perahu yang disewakan untuk wisatawan melintas di kawasan pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (9/6/2016). Sektor pariwisata di Kepulauan Seribu terus berkembang dan menghadirkan mata pencarian bagi warga kepulauan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah biro perjalanan berharap Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memberikan informasi tentang status keamanan Kepulauan Seribu dari potensi ancaman tsunami.

Hal itu menyusul banyaknya pembatalan wisatawan untuk berlibur ke Kepulauan Seribu untuk keberangkatan Sabtu (3/8) pagi.

"Harapan, karena ini alam ya. Jangan sampai tsunami. Untuk Kepulauan Seribu, harapannya BMKG lebih update informasinya. Kalau Kepulauan Seribu, itu ada di utara. Ada informasi yang memberikan Kepulauan Seribu ini aman," kata Chief Executive Officer (CEO) Bumi Wisata Indonesia, Nena saat dihubungi KompasTravel

Menurutnya, informasi tentang status keamanan dari potensi tsunami penting dirilis karena sangat berpengaruh dengan industri pariwisata Indonesia. Seperti diketahui, Kepulauan Seribu merupakan 10 Destinasi Wisata 10 Bali Baru.

Sementara, harapan serupa diutarakan oleh Marketing Manager Sheila Tour, Sherly Januarti. Ia mengatakan BMKG seharusnya memberikan status aman untuk Kepulauan Seribu dari potensi tsunami.

"Karena memang berbeda kan wilayah (dampak tsunami). Ke depannya, untuk membangun pariwisata kembali, BMKG harus memberikan pernyataaan aman untuk Kepulauan Seribu," kata Sherly saat dihubungi KompasTravel, Jumat (2/8) malam.

Sebelumnya, ratusan wisatawan membatalkan liburan ke Kepulauan Seribu, Jakarta untuk keberangkatan Sabtu (3/8) pagi pasca-gempa bermagnitudo 7.4 berpusat di 147 km barat daya Sumur, Banten.

Wisatawan khawatir gempa di Banten menimbulkan tsunami hingga Kepulauan Seribu.

“Total tamu yang membatalkan sekitar 200 orang. Ada tamu-tamu yang ke Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri. Akhir pekan ini sudah mulai ramai wisatawan,” kata Nena.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter miliknya mencatat, gempa berpusat di 7.54 LS,104.58 BT, 147 km barat daya Sumur, Banten dengan pusat di kedalaman 10 km.

Awalnya, BMKG menyebut gempa di Banten berpotensi tsunami. Dalam perkembangannya, BMKG telah mencabut peringatan dini potensi tsunami akibat gempa Banten.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X