Selalu hipnotis Turis, Kenali 5 Wilayah Indonesia Penghasil Kain Tenun

Kompas.com - 05/08/2019, 18:13 WIB
Expo Tenun Ikat di Festival Sandalwood 2019 yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019) Dok. Humas Kementerian PariwisataExpo Tenun Ikat di Festival Sandalwood 2019 yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019)


KOMPAS.com – Kain tenun, adalah salah satu produk khas yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia. Kain tenun dihasilkan dengan cara merangkai benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin.

Pembuatan kain tenun dilakukan dengan cara benang-benang yang sudah diikat, dicelupkan ke dalam pewarna.

Indonesia, memiliki beberapa tempat yang memproduksi kain tenun. Berikut ini diantaranya:

1. Kain Tenun Sikka

Mama Tina saat menenun kain tenun Sikka jenis Tama Lua di rumah pengungsian Bukit Sion, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/2/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Mama Tina saat menenun kain tenun Sikka jenis Tama Lua di rumah pengungsian Bukit Sion, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/2/2019).

Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur adalah lokasi dimana di desa ini menawarkan wisata budaya. Masyarakat di sini memproduksi kain tenun.

Tempat ini tak hanya dikenal secara lokal, namun lokasi ini juga dikenal oleh wisatawan internasional. Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi di Sikka adalah Sanggar Budaya Bliran Sina.

Di tempat ini wisatawan bisa melihat proses pembuatan kain tenun, ataupun membelinya sebagai souvenir.

Di tempat ini mulai dari benang, warna, dan alat-alat yang digunakan terbuat dari bahan alami, sehingga mutu kain di sini terjamin.

Saat berada di sanggar, wisatawan juga bisa menikmati beragam tarian dan music tradisional.

Baca juga: Diminati Wisatawan, Tenun Ikat Bukukan Nilai Transaksi Tertinggi di Festival Sandalwood

2. Kain Tenun Desa Pajam

Gadis di Desa Pajam belajar menenun secara turun-temurun untuk bekal berkeluarga.https://pesona.travel Gadis di Desa Pajam belajar menenun secara turun-temurun untuk bekal berkeluarga.

Desa Pajam, adalah salah satu desa tertua yang diyakini masyarakat setempat sebagai asal muasal cerita peradaban Kerajaan Kaledupa di wilayah Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Di Desa Pajam, kawasan Benteng Palea adalah salah satu obyek wisata yang sering dikunjungi wisatawan saat mengunjungi Kaledupa.

Di kawasan Benteng Palea, budaya tenun khas Kaledupa dilestarikan secara turun temurun dan ditetapkan pemerintah sebagai pusat kerajinan tenun atau Weaving Handicraft Center yang menjadi salah satu kawasan ecotourism andalan Wakatobi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X