4 Fakta Menarik dari Kopi Sumatera

Kompas.com - 06/08/2019, 10:17 WIB
Buah cherry kopi, bentuk buah kopi Albert SupargoBuah cherry kopi, bentuk buah kopi

“Ada juga tipe yang dinamai Abysinna yang dibawa dari Ethiopia tahun 20-an yang menciptakan rasa cenderung berimbang dan tidak memihak,” jelas Ibnu.

3. Rasa dari Kopi Sumatera

Ibnu menjelaskan bahwa rasa kopi ini memiliki ciri khas rasa pahit yang sering disebut ‘earthy’. “Kadar mineral organik yang terdapat di beberapa tanah di Pulau Sumatera dengan kandungan mineralnya yang tinggi menciptakan rasa-rasa ini,” sebutnya.

Ia menambahkan rasa ‘earthy’ sendiri, dominan dengan rasa kacang-kacangan. “Earthy ini merupakan rasa di belakang kopi, atau sering disebut aftertaste. Rasa ini muncul saat kopi sudah diminum,” kata Ibnu.

4. Pemrosesan Kopi Sumatera

Proses yang digunakan untuk mayoritas kopi sumatera adalah wet-huled atau dalam Bahasa Indonesia giling basah.

Ibnu menjelaskan awalnya proses ini dibuat untuk mempersingkat proses pengelolahan kopi. “Indonesia kan curah hujannya tinggi, kalau dibuat natural akan perlu waktu sampai 3 minggu dijemur, kalau giling basah hanya perlu proses 3 harian,” kata Ibnu.

Ia juga menjelaskan proses dari giling basah ini. “Kopi akan dipetik dan dikupas buahnya, setelah itu kopi akan direndam dan dijemur sinar matahari,” tambahnya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X