Menikmati Soto Triwindu yang Jadi Favorit Jokowi di Kota Solo

Kompas.com - 26/08/2019, 20:00 WIB
Warung soto ini berada di alan Teuku Umar, Solo, Jawa Tengah dan mudah dijangkau dari tempat jual-beli barang antik, Pasar Triwindu KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTIWarung soto ini berada di alan Teuku Umar, Solo, Jawa Tengah dan mudah dijangkau dari tempat jual-beli barang antik, Pasar Triwindu

SOLO, KOMPAS.com - Berkunjung ke Solo tak lengkap rasanya jika belum menyantap Soto Triwindu. Kuliner satu ini merupakan salah satu favorit Presiden Joko Widodo beserta keluarga jika pulang ke kampung halaman.

Warung makan ini merupakan salah satu tempat kuliner legendaris di Kota Solo. Pelanggannya pun beragam. Bahkan menurut salah satu pemilik Soto Triwindu, Wati, pelanggan soto ini berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, hingga Malaysia.

Warung soto berada di alan Teuku Umar, Solo, Jawa Tengah dan mudah dijangkau dari tempat jual-beli barang antik, Pasar Triwindu.

Berdiri sejak tahun 1939, tampilan warung soto ini mempertahankan ciri klasik dengan meja makan yang unik.

Baca juga: 3 Rumah Makan Solo Langganan Jokowi yang Dimuat di Video Youtube-nya

Soto TriwinduKOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Soto Triwindu
Pengunjung yang sedang menikmati soto, akan ditemani dengan bentuk meja makan yang mirip dengan etalase. Etalase ini berfungsi untuk menyimpan berbagai macam lauk, seperti tempe, iso, kikil, babat, dan lain-lain.

Semangkuk soto dijual dengan harga Rp 16.000. Selain soto, di tempat ini, pelanggan juga dapat menemukan aneka lauk-pauk khas seperti tempe daun, lentho, hingga mendoan.

Wati menuturkan, keunikan rasa pada Soto Triwindu terletak pada kuahnya. Kuah soto, sebut Wati, berwarna bening namun memiliki cita rasa daging sapi yang khas.

"Kuahnya (soto) lebih enak dan lebih legit," ujar Wati.

Wati menuturkan, keunikan rasa pada Soto Triwindu terletak pada kuahnya. Kuah soto yang disajikan berwarna bening namun memiliki cita rasa daging sapi yang khas.
KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Wati menuturkan, keunikan rasa pada Soto Triwindu terletak pada kuahnya. Kuah soto yang disajikan berwarna bening namun memiliki cita rasa daging sapi yang khas.
Menurut Wati, kuah soto tersebut dibuat dengan merebus daging secara langsung. Meski telah matang, daging sapi yang yang digunakan sebagai salah satu isian tetap akan direbus bersama dengan kuah, sehingga membuat aromanya mengental.

"Dagingnya dimasukkan ke kuali. Legitnya memang kaldu dari daging yang langsung dimasak bersama dengan kuah di dalam kuali," tutur dia.

Baca juga: Jokowi Luncurkan Video Dokumenter Kuliner Solo di Youtube

Wati mengatakan, dalam memasak soto, dia dan keluarganya yang mengelola bisnis ini masih mempertahankan resep asli. Untuk itu, meski nama Soto Triwindu sudah terkenal, dia belum berpikir untuk membuka cabang warung soto di tempat lain.

Menurutnya, dengan membuka cabang baru akan membuat cita rasa soto berbeda. Ditambah, jika rasa di tempat baru berbeda, maka akan memengaruhi persepsi pelanggan akan rasa Soto Triwindu.

Menurut salah satu pemilik Soto Triwindu, Wati, pelanggan soto ini berasal dari berbagai daerah seperri Jakarta, Surabaya, hingga Malaysia
KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Menurut salah satu pemilik Soto Triwindu, Wati, pelanggan soto ini berasal dari berbagai daerah seperri Jakarta, Surabaya, hingga Malaysia
Dikunjungi orang-orang terkenal

Selain Presiden Jokowi dan keluarga, warung sederhana ini juga sering dikunjungi oleh para pesohor.

Wati menuturkan, beberapa di antaranya adalah Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Mantan Menteri Penerangan era presiden Soeharto, Harmoko, hingga artis seperti Kaka Slank.

Nama Triwindu sendiri ada karena pada zaman dulu, warung soto ini berada di dekat Pasar Triwindu. Sebelumnya, warung soto diberi nama Pringgondani.

Salah satu pemilik Soto Triwindu, Wati. Ia mengelola warung soto ini bersama dengan saudara-saudaranya.KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTI Salah satu pemilik Soto Triwindu, Wati. Ia mengelola warung soto ini bersama dengan saudara-saudaranya.
Nama Soto Triwindu baru ada saat para pelanggan lebih mengenal warung yang berada di dekat pasar barang antik itu. Setelah itu, lambat laun, nama kedai berubah menjadi Soto Triwindu.

"Sotonya dekat Pasar Triwindu, nah pelanggan yang mau makan menyebutnya Soto Triwindu karena dekat pasar," ucap Wati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X