Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Orang Korea Makan Gurita Hidup?

Kompas.com - 01/09/2019, 18:46 WIB
Silvita Agmasari,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menyantap gurita dalam kondisi hidup seperti yang dilakukan Ria Ricis di video Youtube-nya jelas bukan hal biasa bagi orang Indonesia. Namun di Korea Selatan, makanan satu ini begitu tekenal.

Sannakji adalah nama makanan berupa hidangan gurita jenis Octopus minor atau nakji (secara harafiah berarti "bayi gurita"). Gurita ini memiliki bentuk kecil berlengan panjang, serta hidup di pesisir laut sekitar Korea, Jepang, dan China.

Baca juga: Ria Ricis Makan Gurita Hidup, Ini Bedanya dengan Sannakji Hidangan Gurita Hidup Khas Korea

Dikutip dari National Geographic, orang Korea percaya menyantap gurita hidup dapat menambah kekuatan dan menjaga stamina tubuh.

Oleh karena itu petarung tradisional Kendo gemar menyantap sannakji. Olahraga ini terkenal menuntut kekuatan dan konsentrasi tinggi. Biasanya mereka menyantap gurita utuh yang masih hidup.

Namun di banyak restoran di Korea, sannakji disajikan dalam bentuk potongan. Makanan ini masuk dalam jenis hoe dalam Bahasa Korea atau sashimi dalam Bahasa Jepang. Artinya gurita disantap dalam kondisi mentah dan diolah saat gurita dalam keadaan hidup. Namun kerap kali, gurita dimakan hidup-hidup.

Biasanya sannakji dihidangkan dengan cara gurita dipotong kecil atau digunting. Potongan gurita tersebut masih menggeliat saat disajikan di piring. Lalu ditaburi minyak wijen dan biji wijen panggang. Cara memakannya adalah dicocol dengan saus dan dan langsung disantap.

Bahaya mengintai

Namun bukan berarti makanan ini tidak berbahaya. Sebab selain digunting, cara makan sannakji adalah disantap utuh. Awalnya gurita digulung di sumpit menjadi buntalan, kemudian langsung dimakan.

Cara ini terbilang bahaya, karena gurita memiliki tentakel yang dapat menyedot lidah, gusi, atau tenggorokan dari si pemakan.

Inilah yang membuat makan sannakji beresiko, apalagi jika tidak mengunyah gurita dengan benar. Pemakan sannakji beresiko tersedak dan paling fatal meninggal karena kesulitan bernafas.

Meski begitu sannakji dianggap oleh banyak orang sebagai makanan eksotis yang ingin dicoba saat ke Korea Selatan. Dikutip dari Koreantimes.co.kr, beberapa tahun belakangan ini makan sannakji menjadi tren di kalangan turis asing yang datang ke Korea Selatan sebagai sebuah pengalaman wisata penuh tantangan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com