Karaksa Media Partner adalah media online penyedia berita terkini seputar Jepang dari sumber terpercaya, “Japan Walker”. Kami akan menyampaikan berita seputar Jepang terkini dari semua genre, seperti kuliner, produk & tren terbaru, festival musiman, tempat hangout, hidden spot, dan masih banyak lainnya.

Siapakah Turis Terbaik di Dunia?

Kompas.com - 17/09/2019, 11:23 WIB
Yana Gabriella Wijaya,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut sebuah studi internasional baru-baru ini yang dilakukan oleh perusahaan analisis data YouGov, turis Jepang merupakan turis terbaik di dunia.

Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata saat Musim Gugur dan Dingin di Jepang

Analisis ini berdasarkan responden dari 26 negara-negara di Eropa, Asia dan Arab, serta Amerika Serikat, Australia. Semuanya (kecuali Italia) menobatkan turis Jepang sebagai pelancong terbaik.

Di Finlandia, Spanyol, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, pengunjung dari Negeri Matahari Terbit ini dianggap sebagai turis yang lebih unggul daripada pengunjung dari negara lain.

Studi itu juga menyebutkan bahwa hasil dari jajak pendapat 26 negara, memilih turis Jepang sebagai turis terbaik. Reputasi turis Jepang terkenal menjujung tinggi kesopanan saat berkunjung ke suatu destinasi wisata.

Salah seorang suporter Jepang memungut samapah sesuai Jepang bermain imbang 0-0 dengan Yunani di Estadio das Dunas, Natal, Kamis (19/6/2014). 
Dok. Daily Mail Salah seorang suporter Jepang memungut samapah sesuai Jepang bermain imbang 0-0 dengan Yunani di Estadio das Dunas, Natal, Kamis (19/6/2014).

Contohnya saja saat Piala Dunia tahun lalu. Suporter Jepang membersihkan stadion di Rusia usai mendukung tim nasional Jepang yang bertanding melawan Pantai Gading di Piala Dunia, Rusia 2018.

Menurut situs Inquisitr, sekitar ratusan pendukung tim Jepang tetap tinggal di stadion setelah tim nasional mereka kalah dengan skor 2-1, untuk mengambil sampah yang mengotori stadion.

Baca juga: Mengapa Turis tak Boleh Makan Sambil Jalan di Jepang?

Gerakan sportif itu tertangkap oleh fotografer dan foto-foto itu menjadi viral. Para pendukung tim Jepang memiliki reputasi sebagai tamu yang ramah di negara-negara tuan rumah Piala Dunia.

Kegiatan membersihkan sampah di stadion sudah dilakukan suporter Jepang pada Piala Dunia di Preancis pada 1998 dan Piala Dunia di Jerman pada 2006.

Turis Jepang di Yogyakarta dan Jakarta

Kisah serupa juga terjadi di Yogyakarta. Dilansir dari TribunJogja, seorang turis Jepang membersihkan sampah di sepanjang Jalan Malioboro seorang diri.

Bermodal sebuah kantung kresek putih, ia memunguti sampah yang ada di kolong bangku jalan ikon Kota Yogyakarta tersebut.

Baca juga: Kerap Diarak Orang Jepang, Apa Itu Mikoshi?

Hal yang sama juga terjadi di Gelora Bung Karno (GBK) saat perayaan Asian Games 2018. Para turis dari Jepang memungut puntung rokok yang ada di taman GBK. Mereka juga membersihkan poto-pot yang di dalamnya terdapat puntung rokok.

Dalam budaya Jepang, orang-orang diharapkan untuk membersihkan sampah mereka sendiri. Tindakan membuang sampah sembarangan dianggap ilegal di beberapa wilayah di Jepang.

Turis Jepang sedang belajar surfing di Pantai Kuta, Bali.Kompas.com/Silvita Agmasari Turis Jepang sedang belajar surfing di Pantai Kuta, Bali.

Dilansir dari Live Japan, inti ajaran kesopanan tersebut adalah dua konsep yang mendarah daging secara budaya, yaitu omotenashi dan tatemae. Omotenashi merujuk pada sikap keramahtamahan.

Orang Jepang beranggapan melayani tamu dengan sepenuh hati karena hal itu merupakan dasar dari kebaikan.

Tatemae adalah bagaimana orang-orang di Jepang menampilkan diri mereka ke dunia luar yaitu dengan menjaga penampilan dan menjaga nama baik serta kehormatan diri mereka. Hal tersebut ialah "upaya untuk terlihat baik di mata orang lain".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com