Karaksa Media Partner adalah media online penyedia berita terkini seputar Jepang dari sumber terpercaya, “Japan Walker”. Kami akan menyampaikan berita seputar Jepang terkini dari semua genre, seperti kuliner, produk & tren terbaru, festival musiman, tempat hangout, hidden spot, dan masih banyak lainnya.

Siapakah Turis Terbaik di Dunia?

Kompas.com - 17/09/2019, 11:23 WIB
Pertunjukan parade Mikoshi saat Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPertunjukan parade Mikoshi saat Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut sebuah studi internasional baru-baru ini yang dilakukan oleh perusahaan analisis data YouGov, turis Jepang merupakan turis terbaik di dunia.

Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata saat Musim Gugur dan Dingin di Jepang

Analisis ini berdasarkan responden dari 26 negara-negara di Eropa, Asia dan Arab, serta Amerika Serikat, Australia. Semuanya (kecuali Italia) menobatkan turis Jepang sebagai pelancong terbaik.

Di Finlandia, Spanyol, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, pengunjung dari Negeri Matahari Terbit ini dianggap sebagai turis yang lebih unggul daripada pengunjung dari negara lain.

Studi itu juga menyebutkan bahwa hasil dari jajak pendapat 26 negara, memilih turis Jepang sebagai turis terbaik. Reputasi turis Jepang terkenal menjujung tinggi kesopanan saat berkunjung ke suatu destinasi wisata.

Salah seorang suporter Jepang memungut samapah sesuai Jepang bermain imbang 0-0 dengan Yunani di Estadio das Dunas, Natal, Kamis (19/6/2014). 
Dok. Daily Mail Salah seorang suporter Jepang memungut samapah sesuai Jepang bermain imbang 0-0 dengan Yunani di Estadio das Dunas, Natal, Kamis (19/6/2014).

Contohnya saja saat Piala Dunia tahun lalu. Suporter Jepang membersihkan stadion di Rusia usai mendukung tim nasional Jepang yang bertanding melawan Pantai Gading di Piala Dunia, Rusia 2018.

Menurut situs Inquisitr, sekitar ratusan pendukung tim Jepang tetap tinggal di stadion setelah tim nasional mereka kalah dengan skor 2-1, untuk mengambil sampah yang mengotori stadion.

Baca juga: Mengapa Turis tak Boleh Makan Sambil Jalan di Jepang?

Gerakan sportif itu tertangkap oleh fotografer dan foto-foto itu menjadi viral. Para pendukung tim Jepang memiliki reputasi sebagai tamu yang ramah di negara-negara tuan rumah Piala Dunia.

Kegiatan membersihkan sampah di stadion sudah dilakukan suporter Jepang pada Piala Dunia di Preancis pada 1998 dan Piala Dunia di Jerman pada 2006.

Turis Jepang di Yogyakarta dan Jakarta

Kisah serupa juga terjadi di Yogyakarta. Dilansir dari TribunJogja, seorang turis Jepang membersihkan sampah di sepanjang Jalan Malioboro seorang diri.

Bermodal sebuah kantung kresek putih, ia memunguti sampah yang ada di kolong bangku jalan ikon Kota Yogyakarta tersebut.

Baca juga: Kerap Diarak Orang Jepang, Apa Itu Mikoshi?

Hal yang sama juga terjadi di Gelora Bung Karno (GBK) saat perayaan Asian Games 2018. Para turis dari Jepang memungut puntung rokok yang ada di taman GBK. Mereka juga membersihkan poto-pot yang di dalamnya terdapat puntung rokok.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya