Kerap Diarak Orang Jepang, Apa Itu Mikoshi?

Kompas.com - 10/09/2019, 06:30 WIB
Pertunjukan parade Mikoshi saat Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPertunjukan parade Mikoshi saat Festival Jak-Japan Matsuri di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2019). Acara ini digelar untuk memeringati 61 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang dengan tema Indonesia & Japan Always Together, yang memiliki makna bahwa Jepang dan Indonesia akan selalu bekerja sama bahu-membahu dalam segala hal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan lalu, Jak-Japan Matsuri digelar di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Jak-Japan Matsuri mengambil konsep perayaan yang biasanya dilakukan di Jepang.

"Matsuri sendiri berasal dari kata matsuru yang berarti menyembah atau memuja. Biasanya dilakukan di musim gugur menyambut panen raya,” ujar Toshio Amagasha sebagai Ketua Panitia Mikoshi Dance saat diwawancarai KompasTravel beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaan matsuri beberapa penyelengaraan layaknya tidak bisa dipisahkan dari perayaan ini, salah satunya arak-arakan mikoshi.

“Pada dasarnya, Mikoshi merupakan tandu religius yang sakral yang juga Kuil Shinto portable yang akan diarak keliling kota,” ujar Toshio.

“Dengan adanya musim dingin, biasanya panen di Jepang hanya terjadi satu kali salam setahun. Maka dari itu, para petani dan masyarakat Jepang mengucap syukur kepada Tuhan atas panen yang diberi sekaligus sebagai harapan panen di tahun depan akan lebih bagus dari tahun ini, “ ujar Toshio.

Perayaan peralihan musim dingin dirayakan besar-besaran di Jepang.

“Mayoritas warga Jepang akan berpartisipasi dalam perayaan ini,” ujar Toshio.

Ia juga sempat menyatakan arti simbolik dari mikoshi sendiri.

Mikoshi yang diarak akan diiringi dengan gendangan taiko yang merupakan gendang asli Jepang. Masyarakat percaya gendangan taiko yang kuat akan memanggil para dewa untuk turun ke dunia. Dewa yang berkunjung akan beristirahat di mikoshi,” ujar Toshio.

Mikoshi biasanya memiliki dua sampai enam tiang yang berfungsi sebagai undakan untuk mengangkut yang diletakan di pundak warga.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X